Pemko Pariaman Lestarikan Baju Kuruang Basiba lewat Karnaval Literasi Budaya
- 05 Okt 2026 05:06 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong pelestarian baju kuruang basiba sebagai bagian dari warisan budaya Minangkabau. Upaya tersebut diwujudkan melalui Karnaval Baju Kuruang Basiba dalam rangkaian Festival Literasi Budaya 2026 yang digelar di Kota Pariaman, Minggu 4 Oktober 2026.
Karnaval dilepas Bunda Literasi Kota Pariaman, Yosneli Balad, di halaman Balai Kota Pariaman. Kegiatan tersebut diikuti berbagai organisasi, pelajar SMP dan SMA, Persatuan Guru SD dan Guru PAUD, serta Bundo Kanduang Kanagarian Pauh Kambar, Kabupaten Padang Pariaman.
Yosneli Balad mengatakan, bangga dapat berada di tengah bundo kanduang, pendidik, pegiat literasi, orang tua, anak-anak dan generasi muda yang mengenakan baju kuruang basiba. Menurutnya, karnaval tersebut bukan sekadar parade busana adat, tetapi menjadi sarana mengenalkan kembali sejarah dan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau.
“Hari ini, mata dan hati kita dimanjakan oleh keindahan dan keanggunan warisan leluhur kita. Melalui karnaval baju kuruang basiba, kita tidak hanya sedang menyaksikan sebuah parade busana adat, tetapi sedang membaca kembali lembaran-lembaran sejarah dan nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, baju kuruang basiba memiliki makna yang berkaitan dengan keanggunan, martabat, kerendahan hati dan kehormatan perempuan Minangkabau. Karena itu, pengenalan pakaian adat kepada generasi muda dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Yosneli menambahkan, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca teks di atas kertas maupun layar digital. Literasi juga mencakup kemampuan membaca kehidupan, mengenali identitas serta memahami dan merawat warisan budaya. “Ketika anak-anak dan generasi muda kita memakai dan menyaksikan baju kuruang basiba ini, mereka sedang belajar memahami nilai kepatutan dan kebanggaan akan jati dirinya,” tuturnya.
Menurut Yosneli, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam karnaval menunjukkan adanya semangat bersama untuk menjaga budaya Minangkabau. Ia mengapresiasi panitia, peserta, tokoh adat dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, tokoh adat, serta masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dengan penuh semangat. Mari kita berjalan bersama, membawa kebanggaan budaya, memancarkan nilai kesantunan, dan membumikan literasi di setiap jengkal kehidupan masyarakat kita,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....