Kemenag Sumbar Dorong Pendidikan Lingkungan Jadi Kebiasaan di Madrasah

  • 30 Sep 2026 17:34 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Mustafa, mengikuti forum pendidikan Indonesia-Australia yang membahas penerapan pendidikan perubahan iklim di madrasah. Pembahasan tersebut menekankan pendidikan lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan peserta didik.

Mustafa menghadiri forum bertajuk Education Stakeholder Engagement Meeting (ESEM) Indonesia-Australia itu di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Rabu 30 September 2026. Forum tersebut membahas kolaborasi pendidikan melalui Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia.

Dalam sesi Integrasi Pendidikan Perubahan Iklim pada Pendidikan Agama, Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah, Abdul Basit mengatakan, pengetahuan lingkungan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, peserta didik perlu memahami persoalan lingkungan sekaligus mempraktikkan cara menjaganya.

"Bagaimana menjaga lingkungan, bagaimana agar anak- anak kita, murid-murid kita, betul-betul memahami tidak hanya sekadar tahu bahwa lingkungan harus dijaga, tapi bagaimana dia mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Abdul Basit.

Menurut Abdul Basit, pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Nilai cinta lingkungan dapat masuk dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembiasaan di madrasah.

Salah satu persoalan yang disorot ialah pengelolaan sampah di lingkungan madrasah. Abdul Basit mengatakan madrasah perlu membangun pengelolaan sampah yang mampu membedakan sampah organik dan anorganik.

"Selama kita hidup, sampah akan selalu ada. Tantangannya adalah bagaimana kita mengelola sampah tersebut," ujarnya.

Pendidikan lingkungan juga dapat dikaitkan dengan pembelajaran agama Islam. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dikontekstualisasikan melalui Al-Qur'an Hadis, fikih, dan mata pelajaran lainnya.

Program BRIDGE atau Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement menjadi bagian dari kolaborasi pendidikan yang dibahas dalam forum tersebut. Program yang berjalan sejak 2008 itu telah membentuk 263 kemitraan sekolah di 18 provinsi Indonesia dan menjangkau seluruh negara bagian serta teritori Australia.

Keikutsertaan Mustafa dalam ESEM 2026 menjadi bagian dari keterlibatan Kanwil Kemenag Sumbar dalam forum pemangku kepentingan pendidikan Indonesia-Australia. Bahan forum tersebut menunjukkan pendidikan perubahan iklim dapat diterapkan melalui pembelajaran dan kebiasaan di lingkungan madrasah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....