PJJ di Padang, Guru Diminta Jaga Interaksi dengan Siswa

  • 19 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Peralihan pembelajaran tatap muka ke pembelajaran jarak jauh atau PJJ menuntut guru tidak sekadar memberikan tugas kepada siswa. Interaksi antara guru dan siswa dinilai tetap perlu dijaga agar proses belajar dari rumah berlangsung efektif dan tetap bermakna.

Biro Penelitian dan Pengabdian, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat, Villia Anggraini, mengatakan guru perlu memiliki strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi PJJ. Pemanfaatan berbagai platform digital dapat menjadi salah satu cara mempertahankan interaksi antara guru dan siswa selama belajar dari rumah.

Menurutnya, pembelajaran melalui platform digital seperti Zoom memungkinkan guru dan siswa tetap berinteraksi secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui pemberian tugas melalui aplikasi pesan maupun platform pengumpulan tugas.

“Kalau Zoom itu memang menurut saya bagus. Jadi tetap ada interaksi antara guru dan siswa,” katanya saat menjadi narasumber dialog di RRI Padang, Sabtu, 19 September 2026.

Ia menjelaskan, pola pembelajaran dapat diawali dengan pertemuan secara daring untuk menyampaikan materi dan memastikan siswa mengikuti proses pembelajaran. Setelah itu, guru dapat memberikan tugas yang dikerjakan siswa di rumah sebagai tindak lanjut materi yang telah disampaikan.

Villia menilai pola tersebut dapat membuat pembelajaran jarak jauh lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Guru juga dapat melihat secara langsung kondisi siswa saat mengikuti pembelajaran melalui ruang digital.

Selain metode pembelajaran, fleksibilitas dalam pemberian dan pengumpulan tugas juga perlu diperhatikan. Hal ini mengingat tidak semua orang tua dapat mendampingi anak belajar sepanjang hari karena tetap harus menjalankan pekerjaan.

“Tugas yang diberikan kepada siswa tetap perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi. Guru dapat meminta siswa melaporkan aktivitas pembelajaran yang dilakukan di rumah, termasuk tugas yang telah diselesaikan,” ujarnya.

Pelaporan tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi komunikasi yang digunakan sekolah. Dengan cara itu, guru tetap dapat memantau aktivitas belajar siswa meskipun proses pembelajaran tidak berlangsung secara langsung di ruang kelas.

Ia menambahkan, kesiapan guru dalam menghadapi PJJ juga terus diperkuat melalui berbagai pelatihan. Peningkatan kemampuan dalam menggunakan platform dan media pembelajaran digital diperlukan agar kualitas pembelajaran tidak menurun ketika proses belajar harus dialihkan ke rumah.

“Dalam kondisi apapun, guru tetap mampu mempertahankan efektivitas pembelajaran. Kolaborasi antara guru, sekolah dan orang tua juga diperlukan agar proses belajar siswa selama PJJ tetap berjalan sesuai tujuan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....