Sekolah di Padang Gunakan Beragam Platform untuk PJJ

  • 19 Sep 2026 13:57 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Sekolah di Kota Padang menerapkan beragam metode pembelajaran jarak jauh atau PJJ untuk memastikan proses belajar siswa tetap berlangsung di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, pelaksanaan PJJ disesuaikan dengan kondisi sekolah, guru, serta kemampuan siswa dalam mengakses sarana pembelajaran yang tersedia.

Menurutnya, sebagian guru memberikan tugas kepada siswa secara langsung. Sementara sekolah lainnya memanfaatkan platform pembelajaran digital untuk mendukung proses belajar dari rumah.

“Sebagian ada yang diberikan tugas bagi mereka yang strukturnya kurang. Ada juga melalui online, melalui platform digital, Google Classroom, atau platform lain yang memudahkan mereka untuk melaksanakan tugas,” katanya kepada RRI di Padang, Sabtu, 19 September 2026.

Ia menjelaskan, penggunaan metode pembelajaran tidak diseragamkan sepenuhnya karena setiap siswa memiliki kondisi dan akses terhadap teknologi yang berbeda. Guru dapat memilih cara yang dinilai paling memungkinkan agar materi dan tugas tetap dapat diterima siswa.

“Dalam pelaksanaan PJJ, peran orang tua juga menjadi bagian penting. Orang tua turut mendampingi anak mengerjakan tugas dan mengikuti pembelajaran selama aktivitas sekolah dialihkan ke rumah,” ujarnya.

Yopi mengakui, perpindahan proses belajar dari sekolah ke rumah turut menambah tanggung jawab orang tua. Bahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerima masukan dari sejumlah orang tua yang berharap kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat segera kembali dilaksanakan.

Menurut Yopi, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan PJJ membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya guru dan siswa. Guru harus menyiapkan materi dan tugas, sementara orang tua membantu memastikan anak tetap mengikuti proses pembelajaran di rumah.

“Meski PJJ tetap berjalan, kami terus memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan kapan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan. Informasi dari BPBD dan pihak kesehatan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan pola pembelajaran,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....