Sumbar Dorong Kerja Sama dengan Jeonbuk Korea Meluas ke Berbagai Bidang

  • 19 Sep 2026 14:10 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendorong kerja sama dengan Provinsi Jeonbuk, Korea Selatan, tidak berhenti pada pertukaran budaya. Budaya dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas kolaborasi di bidang pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumbar, Ezeddin Zain, saat mewakili Gubernur Sumbar dalam gala dinner penyambutan delegasi Pemerintah Provinsi Jeonbuk di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Jumat malam, 18 September 2026. Ezeddin mengatakan, pertukaran budaya tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi masing-masing daerah. Menurutnya, interaksi budaya juga dapat membuka ruang untuk membangun saling pengertian antarmasyarakat sekaligus memperkuat hubungan antarwilayah.

“Promosi Budaya Asia 2026 yang mempertemukan budaya Jeonbuk dengan budaya Sumbar merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing. Kemudian juga membangun ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut Sumbar memiliki kekayaan budaya yang tumbuh dari sejarah dan kehidupan masyarakat Minangkabau, termasuk nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kekayaan tersebut tercermin melalui seni, tradisi, kuliner, arsitektur, kerajinan, hingga berbagai warisan budaya yang terus dijaga dan dikembangkan.

Hubungan kerja sama Sumbar dan Jeonbuk telah dibangun sejak 2023 melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) pembentukan kerja sama Sister Province pada 16 Februari 2023 di Istana Basa Pagaruyung, Tanah Datar. Kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 25 Oktober 2025 di Provinsi Jeonbuk, Korea Selatan.

Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan yakni program Saemangeum Hangeul Hakdang Indonesia (SHHI) di SMKN 2 Padang. Sejak 2023, program tersebut telah berlangsung dalam tiga periode dengan jumlah peserta lebih dari 300 orang yang terdiri dari siswa, guru, mahasiswa, ASN, hingga masyarakat umum.

Program SHHI tidak hanya mengenalkan bahasa Korea, tetapi juga budaya Korea melalui berbagai kegiatan, seperti peringatan Hangeul Day, pembuatan kerajinan dan masakan Korea, serta pertunjukan budaya. Program tersebut juga melahirkan Pojok Korea sebagai ruang pengenalan bahasa dan budaya Korea di SMKN 2 Padang.

Sementara itu, Direktur Foreigner and International Policy Affairs Provinsi Jeonbuk, Kim Munkang, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Sumbar. Ia mengatakan kerja sama yang dimulai sejak penandatanganan LoI pada 2023 telah menghasilkan sejumlah kegiatan, termasuk kelas Bahasa Korea Padang Saemangeum dan keikutsertaan dalam Jeonbuk Fermented Food Expo. “Kami berharap hubungan Jeonbuk dan Sumbar terus berkembang di berbagai bidang,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....