Pemko Pariaman Evaluasi Seluruh SPPG Pasca Dugaan Keracunan
- 19 Sep 2026 05:26 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Pariaman mengevaluasi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi dilakukan setelah 127 siswa diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan MBG pada Senin, 14 September 2026.
Wali Kota Pariaman Yota Balad di sela menghadiri kegiatan Wakil Menteri Kesehatan RI di RSUP M. Djamil Padang mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG yang beroperasi memenuhi standar kelayakan dalam penyediaan makanan bagi siswa. Dinas Kesehatan Kota Pariaman telah diinstruksikan melakukan mitigasi dan pemeriksaan terhadap SPPG yang masih aktif.
“Kami sudah instruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk mitigasi SPPG yang ada. Kemudian kami kan lihat kelayakannya,” katanya, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Yota, Pemkot Pariaman tidak akan memberikan rekomendasi atau Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi SPPG yang tidak memenuhi persyaratan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan makanan yang diberikan kepada peserta didik melalui program MBG.
“Insyaallah nanti ketika ada ditemukan tidak layak, maka SLHS tidak kami berikan. Saat ini, terdapat sekitar tujuh SPPG yang masih aktif menjalankan pelayanan MBG di Kota Pariaman,” ujarnya.
Evaluasi diperkuat setelah salah satu SPPG yang menyalurkan makanan dalam kasus dugaan keracunan tersebut ditutup sementara. Yota menyebut makanan yang dikonsumsi siswa dan diduga menyebabkan kejadian tersebut berasal dari satu SPPG.
“Penyaluran ini berasal dari satu SPPG. Pasca dugaan keracunan ini kami sudah instruksikan SPPG itu untuk ditutup. Penutupan sementara ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan dan evaluasi terhadap penyedia makanan MBG,” kata Yota.
Selain evaluasi yang dilakukan Pemkot Pariaman, Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah melakukan investigasi terhadap SPPG terkait. Pemerintah daerah masih menunggu hasil investigasi tersebut untuk memperoleh gambaran lebih lanjut mengenai kejadian yang dialami para siswa.
Pemkot Pariaman juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan. “Hasil investigasi dan pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam memastikan penyelenggaraan program MBG berjalan sesuai standar keamanan pangan dan pemenuhan gizi siswa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....