Pasaman Barat Dorong Literasi Jadi Budaya Masyarakat

  • 18 Sep 2026 00:24 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Sifrowati Yulianto mendorong literasi menjadi budaya masyarakat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta mengembangkan pengetahuan.

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan pengetahuan, menciptakan gagasan, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan,” katanya saat menutup Festival Literasi Tingkat Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026, Kamis, 17 September 2026.

Ia mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan infrastruktur. Kualitas sumber daya manusia yang berpengetahuan, terampil, kreatif, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, membangun budaya literasi berarti kita sedang membangun kualitas sumber daya manusia Pasaman Barat. Ini sangat penting,” ujarnya.

Sifrowati juga mendorong agar pengetahuan yang diperoleh melalui aktivitas literasi tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam karya dan prestasi. Menurutnya, masyarakat yang memiliki budaya literasi diharapkan mampu mengolah pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan sekaligus membuka peluang kemajuan.

Selain membangun kebiasaan membaca, Sifrowati menilai fungsi perpustakaan perlu terus dikembangkan mengikuti kebutuhan masyarakat. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan kapasitas masyarakat.

Ia berharap semangat membangun budaya literasi tidak berhenti setelah Festival Literasi 2026 berakhir. Sekolah, nagari, komunitas literasi, dan masyarakat diharapkan terus memanfaatkan perpustakaan serta berbagai sumber pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Saya berharap semangat Festival Literasi ini tidak berhenti setelah acara penutupan hari ini. Jadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, jadikan buku sebagai jendela pengetahuan, jadikan literasi sebagai budaya, dan jadikan pengetahuan sebagai kekuatan untuk membangun daerah kita,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....