Nedia Fitri Benny Dwifa Pimpin SOIna Sijunjung Masa Bakti 2026-2030

  • 18 Sep 2026 01:09 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Nedia Fitri Benny Dwifa kembali dikukuhkan sebagai Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Sijunjung masa bakti 2026–2030. Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat gerakan olahraga inklusif bagi penyandang disabilitas intelektual di Kabupaten Sijunjung.

Pengukuhan Ketua SOIna Kabupaten Sijunjung bersama pengurus SOIna kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat dilakukan Ketua SOIna Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu, 16 September 2026. Prosesi pengukuhan ditandai dengan penandatanganan berita acara.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol tanggung jawab dalam melanjutkan pengembangan olahraga inklusif dan membuka ruang yang setara bagi atlet dengan disabilitas intelektual. "Alhamdulillah, hari ini kami kembali dikukuhkan sebagai Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Sijunjung masa bakti 2026–2030," ucap Nedia seusai dikukuhkan.

Nedia mengatakan, amanah tersebut akan dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen SOIna dalam menghadirkan kesempatan yang setara bagi anak-anak dan remaja dengan disabilitas intelektual di Ranah Lansek Manih. Ia menegaskan, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun inklusi, kemandirian, persahabatan, serta penghargaan terhadap martabat setiap individu.

"SOIna Kabupaten Sijunjung akan membuktikan bahwa olahraga bukan hanya tentang kompetisi. Ini melainkan juga tentang inklusi, kemandirian, persahabatan serta penghargaan terhadap martabat setiap individu," ujarnya.

Ke depan, Nedia berharap SOIna Kabupaten Sijunjung dapat terus menjadi motor penguatan gerakan olahraga inklusif. Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas akses pelatihan, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta menyelenggarakan kompetisi yang lebih baik bagi atlet disabilitas intelektual.

Ia juga menargetkan semakin banyak atlet disabilitas intelektual asal Sijunjung mampu meraih prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional. Menurutnya, prestasi tersebut juga penting untuk mengubah stigma terhadap kemampuan penyandang disabilitas intelektual.

"Yang paling penting adalah bagaimana kami meyakinkan dan mengubah stigma bahwa anak disabilitas intelektual juga mampu berprestasi. Mereka juga bisa memberikan sesuatu bagi bangsa dan negara," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....