Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tinjau Nagari Koto Ranah
- 18 Sep 2026 01:06 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- Kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pesisir Selatan kembali menjadi perhatian dalam proses percepatan pemulihan. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melakukan peninjauan langsung ke Nagari Koto Ranah, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Rabu 16 September 2026.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi Tim Posko Nasional PRR Korwil Sumatera Barat. Kegiatan lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi pascabencana sekaligus melihat perkembangan penanganan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.
Dengan melihat kondisi secara langsung, tim dapat mencermati berbagai aspek yang berkaitan dengan pemulihan wilayah. Tidak hanya kerusakan fisik dan infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada kondisi masyarakat serta kebutuhan pendukung lainnya yang perlu menjadi bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam kegiatan tersebut, Satgas PRR didampingi Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pesisir Selatan dr. Syahrizal Antoni, Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Selatan Armen, serta sejumlah pejabat dan unsur perangkat daerah terkait.
Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim mengatakan, peninjauan langsung memiliki arti penting dalam memastikan proses pemulihan disusun berdasarkan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan. Menurutnya, data dan informasi yang diperoleh melalui pemantauan langsung dapat menjadi bahan untuk memperkuat koordinasi dalam menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya.
“Peninjauan langsung ke lapangan penting agar kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dilihat secara nyata. Pemerintah daerah siap berkoordinasi dan memberikan data serta informasi yang diperlukan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Risnaldi.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya menjaga koordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan dampak bencana. Menurutnya, pemulihan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja karena menyangkut berbagai sektor dan kebutuhan masyarakat yang saling berkaitan.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pesisir Selatan dr. Syahrizal Antoni menekankan pentingnya pendataan dan pemantauan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama perangkat daerah teknis, katanya, terus menginventarisasi kondisi serta kebutuhan yang muncul di wilayah terdampak.
“Penanganan pascabencana membutuhkan sinergi dan koordinasi semua pihak. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan agar kebutuhan masyarakat serta sektor-sektor yang terdampak dapat ditangani secara bertahap,” katanya.
Menurut Syahrizal, hasil peninjauan bersama Satgas PRR diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi pascabencana di Koto Ranah. Informasi tersebut penting untuk mendukung proses evaluasi sekaligus menjadi masukan dalam menentukan langkah pemulihan sesuai kondisi dan kebutuhan daerah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan Armen bersama jajarannya turut memberikan penjelasan kepada tim mengenai situasi di lokasi. BPBD memaparkan perkembangan penanganan yang telah dilakukan serta kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian dalam tahapan pemulihan.
Proses rehabilitasi dan rekonstruksi sendiri membutuhkan tahapan yang terencana. Penanganan tidak hanya menyasar pembangunan atau perbaikan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kembali pelayanan dasar, aktivitas masyarakat, fasilitas umum serta kehidupan sosial dan ekonomi warga yang terdampak.
Karena itu, hasil monitoring di lapangan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Data lapangan dapat menjadi dasar untuk melihat prioritas kebutuhan sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program pemulihan.
Kunjungan ke Koto Ranah merupakan bagian dari rangkaian agenda Tim Posko Nasional PRR Korwil Sumatera Barat di Kabupaten Pesisir Selatan. Sebelumnya, tim juga melaksanakan agenda audiensi dan peninjauan pada 15 September 2026. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Pesisir Selatan, tim dijadwalkan melanjutkan agenda ke Kota Padang.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Pemkab menilai koordinasi bersama Satgas PRR menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemulihan berjalan berdasarkan kondisi nyata dan kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan sinergi lintas pemerintahan dan instansi terkait, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan dapat dilaksanakan secara bertahap, terarah dan tepat sasaran. Pemkab Pesisir Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak hingga proses pemulihan dapat berjalan secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....