Tiga Tahun, Populasi Kambing Kelompok Tani Durian Sabatang Capai 300 Ekor
- 16 Sep 2026 14:38 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Populasi kambing yang dikembangkan Kelompok Tani Durian Sabatang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, meningkat dari 50 ekor menjadi 300 ekor dalam kurun waktu tiga tahun. Perkembangan tersebut terjadi setelah kelompok tani mendapat bantuan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat.
Perkembangan usaha peternakan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Agam Benni Warlis saat meninjau langsung peternakan kambing kelompok tersebut dalam rangka Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, Selasa 15 September 2026.
Benni Warlis mengatakan, peningkatan populasi ternak tersebut menunjukkan usaha peternakan memiliki prospek untuk dikembangkan apabila dikelola secara sungguh-sungguh. Menurutnya, kemajuan usaha juga membutuhkan niat, tekad, serta pengelolaan secara berkelompok.
“Dari sekitar 50 ekor di 2023, sekarang sudah berkembang menjadi 300 ekor. Ini membuktikan usaha peternakan bisa berkembang kalau dikelola dengan sungguh-sungguh, punya niat dan tekad untuk maju,” ujar Benni.
Namun, Benni menilai pengembangan usaha peternakan tidak cukup hanya mengandalkan penjualan ternak hidup. Peternak perlu mulai mengembangkan produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan. “Jangan kita hanya menjual kambing. Hilirisasinya harus kita kembangkan sehingga mendatangkan pendapatan yang lebih banyak,” katanya.
Menurut Benni, daging kambing dapat diolah menjadi berbagai produk kuliner, sementara susu kambing juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Pengolahan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Pengembangan produk peternakan juga dapat dipadukan dengan potensi pariwisata yang ada di daerah. Dengan demikian, peternakan tidak hanya menjadi kegiatan budidaya, tetapi dapat masuk dalam rantai ekonomi dan mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Benni juga berharap perkembangan usaha peternakan dapat menarik minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian dan peternakan. Selain membuka peluang usaha, sektor tersebut dinilai dapat membantu mengurangi pengangguran dan mendorong pengentasan kemiskinan.
“Ketika anak-anak muda tertarik ke pertanian atau peternakan, tentu kita berharap dapat mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.
Benni mengajak masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan beras dan jagung, tetapi juga mencakup ketersediaan daging dan sumber protein lainnya.
Ia mendorong setiap rumah tangga mengembangkan usaha ternak sederhana sesuai kemampuan, seperti memelihara ayam dan itik. Upaya tersebut dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Kalau setiap rumah tangga punya ayam, tentu akan membantu kebutuhan pangan keluarga. Tinggal kembali kepada niat dan kesungguhan kita,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....