Kabut Asap di Sumbar Berangsur Menurun, Kualitas Udara Masih Kategori Sedang
- 14 Sep 2026 10:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- Kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat mulai menunjukkan penurunan. Berdasar perkiraan kualitas udara harian, sebagian besar wilayah Sumatera Barat berada pada kategori sedang, sementara sebagian besar berada pada kategori baik.
Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global atau GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, mengatakan penilaian kualitas udara tersebut berdasarkan konsentrasi partikulat PM2,5. Perhitungan dilakukan menggunakan rata-rata konsentrasi selama 24 jam, sehingga kondisi kualitas udara dapat berbeda pada setiap jam maupun wilayah.
Sugeng menjelaskan, kategori baik untuk konsentrasi PM2,5 berada pada kisaran 0 hingga 15,5 mikrogram per meter kubik. Sementara kategori sedang berada pada rentang 15,6 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik. Secara umum, konsentrasi PM2,5 di Sumatera Barat saat ini berada dalam rentang kategori sedang.
“Kalau perkiraan kami untuk hari ini, sebagian besar wilayah Sumatera Barat untuk rata-rata hariannya berada pada kategori sedang. Kecuali sebagian besar wilayah Pasaman Barat kondisinya baik. Namun yang perlu diketahui, ini merupakan rata-rata harian selama 24 jam dan hanya berdasarkan konsentrasi PM2,5,” kata Sugeng Nugroho, Senin 14 September 2026.
Menurutnya, konsentrasi PM2,5 di setiap wilayah dan waktu terus mengalami perubahan. Sebagai contoh, di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, konsentrasi PM2,5 diperkirakan berkisar antara 23 hingga 45 mikrogram per meter kubik dengan rata-rata sekitar 32 mikrogram per meter kubik atau masih berada pada kategori sedang. Konsentrasi polutan tersebut cenderung meningkat pada malam serta pagi hari dan menurun menjelang siang.
Sugeng menambahkan, kondisi kualitas udara di Sumatera Barat secara tren masih berfluktuasi. Meski demikian, dibandingkan satu hingga dua pekan sebelumnya, kondisi saat ini dinilai membaik karena kategori kualitas udara tidak sehat sudah tidak lagi terpantau di Sumatera Barat. Kondisi tersebut juga dipengaruhi perkembangan kebakaran dan kabut asap di sejumlah provinsi tetangga seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin, mengatakan kabut asap yang masuk ke Sumatera Barat sebagian besar merupakan asap kiriman dari provinsi tetangga yang terbawa angin. Ia mengakui terdapat beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir, namun jumlah dan dampaknya tidak signifikan serta telah dapat ditangani. Menurutnya, kondisi kebakaran di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan lebih besar karena wilayah tersebut memiliki kawasan gambut yang cukup luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....