UNP Latih Guru BK Lima Puluh Kota Cegah Adiksi Digital Siswa

  • 12 Sep 2026 10:48 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ketergantungan terhadap gawai dan media digital di kalangan siswa menjadi perhatian dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Kondisi tersebut mendorong Universitas Negeri Padang (UNP) memperkuat kapasitas guru BK agar mampu mendeteksi dan mencegah adiksi digital sejak dini.

Guru BK tidak hanya dituntut memahami gejala ketergantungan digital, tetapi juga membutuhkan pendekatan konseling yang dekat dengan keseharian siswa. Pendekatan tersebut dinilai penting agar persoalan penggunaan gawai dan media digital dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Ketua tim pengabdian UNP, Prof. Dr. Zadrian Ardi, M.Pd., Kons., mengatakan layanan BK di era digital tidak cukup hanya mengandalkan metode konseling konvensional. Guru BK perlu dibekali media dan pendekatan baru yang sesuai dengan karakter siswa saat ini.

“Guru BK perlu dibekali media dan pendekatan baru yang lebih dekat dengan keseharian siswa. Tujuannua agar guru mampu mendeteksi sekaligus mendampingi siswa yang menunjukkan gejala adiksi digital sejak dini,” kata Prof. Dr. Zadrian Ardi pada Sabtu 12 September 2026.

Penguatan kapasitas guru BK tersebut dilakukan UNP melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Smart-Choice Phygital Counseling: Training of Trainers Media Konseling Terintegrasi Multiplatform bagi Guru BK untuk Pencegahan Adiksi Digital pada Siswa Sekolah Menengah. Kegiatan yang diikuti puluhan guru BK SMP/MTs se-Kabupaten Lima Puluh Kota itu berlangsung di Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu 9 September 2026.

Dalam pelatihan tersebut, Prof. Zadrian menjelaskan para guru BK diperkenalkan dengan sejumlah media konseling inovatif, di antaranya Media Permainan Monopoli Kecerdasan Emosional, Spill and Burn Journal, dan Study Reset Kit. Ketiga media tersebut dirancang untuk membantu guru mendampingi siswa dalam mengelola emosi, mengekspresikan perasaan, serta mengatasi kejenuhan belajar.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mempraktikkan penggunaan media tersebut bersama rekan sejawat. Guru BK memainkan Monopoli Kecerdasan Emosional, mencoba Spill & Burn Journal untuk menuliskan dan melepaskan perasaan yang mengganjal, serta mempraktikkan Study Reset Kit untuk membantu siswa kembali fokus dalam belajar.

Prof. Zadrian mengatakan format Training of Trainers dipilih agar manfaat program tidak berhenti pada guru yang mengikuti pelatihan. "Guru yang telah mendapatkan pembekalan diharapkan dapat meneruskan keterampilan tersebut kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing maupun melalui Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Lima Puluh Kota," ucapnya.

Pelatihan ini digagas oleh Prof. Zadrian Ardi bersama tim Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNP. Kegiatan juga melibatkan Ade Herdian Putra, M.Pd. sebagai dosen pembina, mahasiswa program doktor Bimbingan dan Konseling Reza Tririzky, M.Pd. dan Fika Dwi Mulia, M.Pd., Kons., serta mahasiswa program magister Lailatul Afifah Ardi, S.Pd. dan Muhammad Al Fikhri, S.Pd. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi pengabdian UNP kepada masyarakat, sejalan dengan SDGs 3 (Good Health and Wellbeing) melalui penguatan kesehatan mental siswa, SDGs 4 (Quality Education) melalui inovasi media pembelajaran dan bimbingan, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah se-Kabupaten Lima Puluh Kota.

Melalui program tersebut, UNP mendorong penguatan kapasitas guru BK agar mampu menghadirkan layanan konseling yang lebih adaptif terhadap tantangan penggunaan teknologi dan media digital. Upaya ini sekaligus mendukung kesehatan mental siswa serta peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi perguruan tinggi dengan sekolah di Kabupaten Lima Puluh Kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....