Festival Literasi Sumbar Jadi Ruang Kolaborasi Pasbar

  • 09 Sep 2026 06:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) ikut memperkuat gerakan literasi daerah melalui Festival Literasi Daerah Sumatera Barat 2026 yang berlangsung 8 hingga 10 September di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Keikutsertaan Pasaman Barat menjadi upaya memperluas wawasan, jejaring, dan kolaborasi dalam mengembangkan program literasi yang berdampak bagi masyarakat.

Festival yang mengangkat tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya” tersebut dibuka Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan menghadirkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, komunitas literasi hingga pelaku UMKM melalui beragam aktivitas dan stan literasi.

Pasaman Barat diwakili Kepala Dinas Perpustakaan Daerah, Muharram, Bunda Literasi Ny. Sifrowati Yulianto, serta Duta Baca Kabupaten Pasaman Barat Cahayu Azahra Salman. Pasbar juga menampilkan stan literasi yang melibatkan Taman Bacaan Olala Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, sebagai bentuk keterlibatan komunitas literasi di tingkat provinsi.

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Pasbar, Muharram, mengatakan festival tersebut menjadi ruang untuk mempelajari praktik baik pengembangan literasi dari berbagai daerah. “Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami bertukar pengalaman, mengenal praktik baik, sekaligus membangun jejaring dan kolaborasi untuk memperkuat gerakan literasi di Sumatera Barat,” ujarnya.

Menurut Muharram, keikutsertaan Pasaman Barat tidak sebatas mendukung festival, tetapi juga menjadi sarana memperoleh gagasan baru untuk mengembangkan kegiatan literasi di daerah. Diharapkan pengalaman dan informasi yang diperoleh dapat diterapkan dalam program yang lebih kreatif serta sesuai kebutuhan masyarakat Pasaman Barat.

“Berbagai hasil dan pengalaman dari festival ini akan menjadi rujukan untuk memperluas kolaborasi dan menghadirkan program literasi yang semakin berdampak nyata bagi masyarakat. Baginya gerakan literasi perlu diarahkan untuk membangun masyarakat yang gemar belajar, mampu mengolah informasi, sekaligus menjaga lingkungan dan budaya daerah," ujarnya.

Sebagai informasi, Festival Literasi Daerah Sumbar 2026 juga diisi gelar wicara, bedah dan peluncuran buku, musikalisasi puisi, membaca nyaring, mendongeng, pameran naskah kuno, hingga pertunjukan seni. Rangkaian kegiatan tersebut memperluas pemahaman bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....