Indo Jalito Peduli Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Padang Pariaman

  • 13 Sep 2026 00:21 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Organisasi perempuan Indo Jalito Peduli kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Kabupaten Padang Pariaman melalui program bedah rumah. Bersama TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Indo Jalito Peduli menyerahkan bantuan untuk rehabilitasi dua rumah warga yang dinilai tidak layak huni.

Kegiatan yang berlangsung Selasa 8 September 2026 tersebut menyasar dua keluarga, yakni Desi Novita di Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, dan Imas Karti di Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai. Untuk rumah Desi Novita, IJP menyalurkan Rp25 juta dan mendapat tambahan dukungan dari Pemerintah Nagari Lubuk Alung sebesar Rp10 juta. Total bantuan untuk rehabilitasi rumah tersebut mencapai Rp35 juta.

Sementara itu, bantuan untuk rumah Imas Karti terkumpul Rp43 juta. Dana tersebut berasal dari bantuan IJP Rp25 juta, dukungan anggota IJP Rp1 juta, perkumpulan ibu-ibu di Malaysia Rp1,1 juta, Kasi Trantib Kecamatan Batang Anai Rp900 ribu, bantuan pribadi Ibu Vina Rp5 juta, serta dukungan Pemerintah Nagari Lubuk Alung Rp10 juta.

Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, mengatakan program bedah rumah dipilih karena dinilai menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan sejalan dengan gerakan PKK Peduli. “Dari sekian bakti sosial yang dilakukan IJP Peduli, saya memilih bedah rumah karena ini sejalan dengan PKK Peduli,” ujar Nita.

Nita Christanti Azis menjelaskan, setiap calon penerima bantuan terlebih dahulu diverifikasi. Pemerintah memastikan kondisi rumah dan kejelasan status tanah sebelum menetapkan warga yang layak menerima program bedah rumah.

Program tersebut kini telah menjangkau empat rumah warga di Padang Pariaman. Dua rumah sebelumnya telah selesai dibangun, sementara dua rumah yang dikunjungi kali ini baru menerima dukungan dana untuk proses rehabilitasi.

Perwakilan Indo Jalito Peduli, Emma Yohana, mengatakan kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian para perempuan perantau terhadap masyarakat di kampung halaman.

Menurut Emma, meski para anggota IJP memiliki kesibukan di perantauan, mereka tetap menyisihkan waktu untuk melaksanakan kegiatan sosial. IJP bahkan menjadwalkan kegiatan bakti sosial sekitar tiga kali dalam setahun.

“Ada saudara-saudara kita, ada masyarakat kita yang menunggu uluran tangan dari kita,” kata Emma.

Program bedah rumah ini sekaligus menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak hanya berbentuk bantuan materi, tetapi juga menjadi wujud gotong royong untuk membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Padang Pariaman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....