Pompanisasi Tenaga Surya Jawab Penantian Puluhan Tahun Petani Tanjung Barulak

  • 07 Sep 2026 00:25 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Penantian puluhan tahun masyarakat Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, untuk mendapatkan sumber air pertanian yang lebih terjamin mulai terjawab. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, air dari Batang Manganan kini mulai dialirkan ke lahan persawahan menggunakan sistem pompanisasi berbasis tenaga surya.

Program bertajuk “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” tersebut diresmikan Minggu, 6 September 2026 dan menjadi bagian dari program PLN Peduli dalam menyemarakkan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81. Sistem tersebut memanfaatkan energi surya untuk mengoperasikan pompa yang kemudian mengalirkan air melalui jaringan pipa menuju lahan pertanian masyarakat.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, hadirnya aliran air tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air untuk pertanian. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan intensitas tanam yang sebelumnya sangat bergantung pada curah hujan.

“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi menjelaskan, sistem pompanisasi tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 400 hektare persawahan masyarakat Tanjung Barulak. Bahkan, jangkauan layanan air berpotensi diperluas ke nagari-nagari yang berbatasan dengan Tanjung Barulak melalui pengembangan lebih lanjut.

Menurutnya, sekitar 1.700 kepala keluarga atau 5.000 jiwa bermukim di Nagari Tanjung Barulak dan sebagian besar aktivitas pertanian masih mengandalkan sistem tadah hujan. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk pelaksanaan program bajak sawah gratis karena lahan yang kekurangan air lebih sulit diolah.

Mahyeldi mengatakan, ketersediaan air tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang dan berbagai pihak lainnya.

“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.

Gubernur meminta masyarakat ikut menjaga dan memelihara fasilitas pompanisasi beserta jaringan pipa yang memiliki panjang sekitar empat kilometer. Menurutnya, keberlanjutan manfaat program sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam merawat dan mengelola infrastruktur tersebut.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachma Wardini mengatakan pompanisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi PLN, Universitas Andalas dan berbagai pemangku kepentingan. Fakultas Teknik Unand sebelumnya telah mengembangkan prototipe pompanisasi berbasis tenaga surya yang kemudian dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat melalui dukungan TJSL PLN.

Menurut Ririn, pemanfaatan energi bersih untuk mendukung sektor pertanian tersebut berpeluang diterapkan di daerah lain di Sumatera Barat. Selain membantu menjamin ketersediaan air, teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat nagari.

“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....