LP2M Sumbar Perkuat Ketangguhan Perempuan Hadapi Krisis Iklim

  • 08 Sep 2026 01:40 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Sumatera Barat atau LP2M Sumbar memperkuat gerakan pemberdayaan perempuan menghadapi dampak krisis iklim. Upaya tersebut diarahkan terutama bagi perempuan dan kelompok rentan yang menghadapi kerentanan berlapis saat terjadi bencana.

Direktur LP2M Sumbar, Felmi Yetti mengatakan, krisis iklim membuat perempuan, penyandang disabilitas, anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya semakin terdampak. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kehilangan aset, akses, serta melemahnya daya dukung kehidupan masyarakat.

“Ketika terjadinya krisis iklim dan bencana di mana-mana. Perempuan, disabilitas, lansia, anak, dan kelompok rentan lainnya mendapatkan kerentanan berlapis,” ujarnya Felmi pada RRI saat perayaan 31 tahun LP2M Sumbar yang digelar pada Sabtu, 6 September 2026.

Menurut Felmi, kondisi tersebut mendorong LP2M Sumbar untuk tidak hanya bergerak dalam isu kesetaraan dan keadilan gender. LP2M Sumbar lebih sensitif terhadap disabilitas, inklusi sosial, serta kelestarian lingkungan.

Felmi menjelaskan, perhatian terhadap isu ekologis tersebut telah menjadi bagian dari gerakan LP2M dalam sekitar satu dekade terakhir. Perempuan didorong untuk terlibat bersama masyarakat dalam membangun ketangguhan menghadapi krisis iklim.

“LP2M juga bergerak di bidang ekologis dan kelestarian lingkungan. Bagaimana perempuan juga bergerak bersama-sama dalam upaya ketangguhan terhadap krisis iklim,” ujarnya.

Selain penguatan ketangguhan terhadap krisis iklim, LP2M terus mendorong perempuan agar memiliki ruang untuk berbicara dan mengambil keputusan. Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui diskusi kritis dan penguatan kepemimpinan perempuan di tingkat keluarga maupun masyarakat.

Saat ini, gerakan LP2M telah menjangkau kelompok-kelompok perempuan di tujuh kabupaten dan kota tersebar di Sumatera Barat. Felmi menyebut penguatan perempuan di tingkat akar rumput menjadi bagian penting agar gerakan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Gerakan LP2M itu bagaimana perempuan bisa berdaya, mengakar, menguat, dan menggerakkan,” tuturnya.

Felmi menambahkan, momentum 31 tahun LP2M Sumbar dimanfaatkan untuk memperkuat kembali visi dan misi, internal lembaga. Penguatan tersebut dinilai penting agar gerakan pemberdayaan perempuan tetap berjalan di tengah kondisi sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....