ITB Perkuat Pendampingan Pemulihan Warga Terdampak Bencana

  • 04 Sep 2026 06:08 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Pesisir Selatan – Tim Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Kemanusiaan (DPMK) Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat pendampingan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Pesisir Selatan. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan kesehatan, digitalisasi, pendidikan, ekonomi, dan psikososial.

Kegiatan utama berlangsung di Nagari Ngalau Gadang, Kecamatan Bayang Utara melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital Kelas II Padang, dan masyarakat setempat.

Ketua kegiatan, Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, mengatakan pendampingan di Ngalau Gadang telah dilakukan sebanyak empat kali sejak kunjungan pertama pada masa tanggap darurat pada akhir 2025. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan.

“Sudah lebih dari enam bulan pendampingan dan kami mengamati kondisi masyarakat, khususnya di Ngalau Gadang. Kami lihat masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut,” ujar Prof. Ilma pada RRI, Rabu 2 September 2026.

Dalam pendampingan kesehatan, tim DPMK-ITB menemukan sejumlah masyarakat mengalami penyakit kulit dan ISPA. Tim juga menemukan penyakit degeneratif yang belum terpantau dan tertangani secara optimal.

Sebelumnya, pelayanan kesehatan dan pengobatan diberikan kepada masyarakat di Desa Ngalau Gadang. Sebanyak 125 pasien memperoleh manfaat dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan tim bersama tenaga kesehatan setempat.

Selain kesehatan, pendampingan juga diarahkan pada pemulihan psikososial masyarakat terdampak bencana. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menjalani proses pemulihan secara bertahap.

Pada aspek digitalisasi, tim memasang perangkat Starlink di Kantor Kecamatan Bayang Utara dengan dukungan Balai Monitor Komdigi. Konektivitas tersebut ditujukan untuk memperkuat akses informasi, komunikasi, serta mendukung aktivitas ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Rangkaian pendampingan kemudian berlanjut pada 20 Agustus 2026 melalui pendidikan kebencanaan bagi siswa SMA di wilayah Painan. Kegiatan yang dipimpin M. Yudhistira dari FMIPA ITB tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi risiko bencana.

Ilma menegaskan pemulihan pascabencana membutuhkan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan jangka pendek. Menurutnya, aspek kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan psikososial perlu diperhatikan secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas disiplin dan instansi, ITB terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat terdampak bencana. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan sekaligus meningkatkan kemandirian dan ketangguhan masyarakat Pesisir Selatan.

“Sarana khususnya jembatan, menjadi infrastruktur penting. Karena jikta tidak di perbaiki transportasi sangat terkendala dan terhambat khususnya untuk pasien yang harus ditangani secara intensif,” ujarnya.

Sementara itu, pemulihan akses di Ngalau Gadang turut mendapat perhatian pemerintah kabupaten setelah jembatan putus akibat banjir dan longsor akhir 2025. Peninjauan lokasi dilakukan Wakil Bupati Pesisir Selatan pada 30 Mei 2026.

Pemkab Pesisir Selatan mengalokasikan Rp2,2 miliar dari APBD untuk pembangunan jembatan tipe Armco sepanjang 18 meter dan lebar lima meter. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung kembali mobilitas, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....