Padang Perkuat Kurikulum Antinarkotika di Sekolah

  • 02 Sep 2026 20:51 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini dengan mendorong penerapan Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKAN) di tingkat SD dan SMP. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menekan potensi penyalahgunaan narkoba melalui lingkungan pendidikan, keluarga, masyarakat, hingga unsur adat.

Penguatan program tersebut dibahas Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat Toton Rasyid beserta jajaran dalam audiensi di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa 1 September 2026.

Toton mengatakan, pencegahan narkoba perlu dilakukan dari tingkat hulu, salah satunya dengan membangun pemahaman dan ketahanan siswa sejak berada di lingkungan pendidikan. Karena itu, BNNP Sumatera Barat mendorong agar IKAN segera diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah di Kota Padang.

“Terima kasih kepada Pak Wali atas dukungannya terhadap integrasi kurikulum antinarkotika di tingkat SD dan SMP se-Kota Padang," ujae Toton. "Kita akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menindaklanjuti rencana tersebut."

Urgensi penguatan pencegahan itu terlihat dari masih tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat. Berdasarkan hasil survei prevalensi yang dipaparkan Toton, prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 1,1 persen atau sekitar 63 ribu orang dari total 5,4 juta penduduk.

Di sisi lain, kapasitas rehabilitasi yang tersedia baru mampu menangani sekitar 500 orang per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan besar antara jumlah masyarakat yang membutuhkan pemulihan dan kemampuan layanan rehabilitasi yang tersedia.

“Artinya, masih ada kesenjangan yang cukup besar antara jumlah masyarakat yang membutuhkan pemulihan dan kapasitas rehabilitasi yang tersedia. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar penyalahgunaan narkoba tidak semakin meluas,” kata Toton.

Menurut dia, keterbatasan personel aparat juga membuat penanggulangan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan penindakan. Keterlibatan masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan unsur adat diperlukan untuk membangun sistem pencegahan yang lebih luas.

Menjawab kebutuhan tersebut, Pemkot Padang menyatakan siap memperluas implementasi program antinarkotika ke berbagai ruang pendidikan. Fadly Amran menilai IKAN dapat diintegrasikan dengan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) sebagai bagian dari aktivasi program unggulan Smart Surau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....