Lomba Sekolah Sehat Padang Perkuat Budaya Hidup Bersih
- 02 Sep 2026 20:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang memperkuat upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak lingkungan pendidikan melalui Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi UKS/M Strata Standar. Penilaian meliputi kelengkapan dokumen dan pemaparan program dan dilanjutkan dengan verifikasi langsung ke sekolah peserta.
Tahapan penilaian berlangsung 1–3 September 2026 di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang. Sebanyak 15 sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP yang menjadi perwakilan terbaik mengikuti tahap ekspose program sebelum tim juri melakukan monitoring ke lapangan.
Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang Zul Asfi Lubis mengatakan, mekanisme berlapis tersebut diperlukan agar penilaian tidak berhenti pada administrasi, tetapi memastikan program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) benar-benar berjalan di lingkungan sekolah.
“Kita melakukan lomba UKS melalui beberapa kategori, mulai dari dokumen yang kita kumpulkan, lalu ekspose sekolah-sekolah terbaik. Sebelum menentukan mana yang terbaik, kita pastikan dulu seluruh ekspose selesai, baru nanti tim turun untuk monitoring ke lapangan,” ujar Zul Asfi Lubis, Rabu 2 September 2026.
Menurut dia, verifikasi lapangan menjadi bagian penting untuk melakukan check and balance antara program yang dipaparkan peserta dengan kondisi sebenarnya. Tim juri akan melihat langsung kesesuaian data, pelaksanaan program, serta kondisi lingkungan sekolah.
Rangkaian ekspose dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Pada hari pertama, Selasa 1 September 2026, lima sekolah jenjang TK memaparkan programnya, yakni TK Negeri Pembina, TK Kemala Bhayangkari IV, RA Ikhlas, TK Mariana, dan TK Semen Padang.
Hari kedua, Rabu 2 September 2026, giliran lima sekolah dasar mengikuti ekspose, yaitu SDN 20 Indarung, SDN 03 Alai, SDN 15 Padang Sarai, SDN 27 Anak Air, dan SD Islam Al Azhar 32. Sementara jenjang SMP dijadwalkan mengikuti ekspose pada Kamis 3 September 2026.
Zul menjelaskan, proses penilaian secara keseluruhan mencakup pengumpulan dokumen, pemaparan program sekolah terbaik, hingga monitoring dan verifikasi langsung oleh tim juri. Pola tersebut sekaligus mendorong sekolah untuk tidak sekadar memenuhi persyaratan lomba, tetapi membangun program kesehatan yang berkelanjutan.“Harapannya, UKS pada tahun ini lebih baik dan anak-anak kita lebih bersemangat untuk bisa hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing,” katanya.
Penguatan UKS/M menjadi penting karena sekolah merupakan ruang strategis untuk membentuk kebiasaan sehat sejak dini. Melalui lingkungan sekolah yang bersih, layanan kesehatan yang semakin baik, serta edukasi yang konsisten, perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan menjadi bagian dari keseharian peserta didik, bukan hanya saat mengikuti penilaian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....