GAS Dorong Kebiasaan Makan Ikan sejak Dini di Dharmasraya
- 02 Sep 2026 05:33 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya mendorong inovasi Gerakan Makan Ikan di Sekolah atau GAS sebagai upaya membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak usia dini. Program tersebut juga menjadi bagian dari edukasi pemenuhan gizi untuk mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya, Hastho Kuncoro mengatakan, pembangunan SDM berkualitas harus dimulai sejak masa pertumbuhan. Salah satunya melalui pembiasaan pola makan sehat dan pemenuhan kebutuhan gizi yang baik.
“Kalau berbicara tentang kualitas sumber daya manusia, tidak bisa hanya berbicara soal pendidikan. Anak-anak juga membutuhkan asupan gizi yang baik agar pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya dapat berlangsung secara optimal,” kata Hastho, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Hastho, ikan merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang mengandung protein berkualitas dan berbagai zat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak. Namun, tidak semua anak menyukai ikan sehingga dibutuhkan pendekatan kreatif agar konsumsi ikan menjadi lebih menarik.
“Tidak semua anak suka makan ikan. Karena itu, kami perlu pendekatan yang berbeda agar ikan tidak dianggap sebagai makanan yang membosankan. Melalui GAS, anak-anak dikenalkan dengan berbagai olahan ikan yang lebih menarik dan sesuai dengan selera mereka,” ujarnya.
GAS dilaksanakan melalui edukasi manfaat ikan, kegiatan makan bersama, serta pengenalan berbagai jenis olahan ikan kepada siswa. Dengan pendekatan tersebut, anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat ikan, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengonsumsinya.
“Yang kami ingin bangun bukan hanya kegiatan makan ikan, tetapi kebiasaan. Kami ingin anak-anak mengenal ikan, menyukainya, kemudian terbiasa mengonsumsinya sebagai bagian dari menu sehari-hari,” katanya.
Hastho menyebut, pembiasaan konsumsi ikan sejak usia sekolah turut mendukung upaya pencegahan stunting. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik selama masa pertumbuhan sangat penting untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini. Edukasi mengenai makanan bergizi perlu terus diberikan kepada anak dan keluarga. Kami ingin masyarakat memahami bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan ikan bisa menjadi salah satu pilihan pangan bergizi,” ujarnya.
Ia menegaskan, GAS merupakan kampanye edukasi dan bukan program bantuan. Tujuannya membangun pengetahuan, kesadaran, serta kebiasaan konsumsi ikan di kalangan anak sekolah yang diharapkan dapat diterapkan pula di lingkungan keluarga.
Menurut Hastho, upaya tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pemenuhan gizi masyarakat. Pemkab Dharmasraya juga menjalankan program bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.
“Semua program ini saling melengkapi. Ada upaya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, kemudian ada edukasi dan pembiasaan makan ikan kepada anak-anak di sekolah. Tujuannya sama, yaitu menyiapkan generasi Dharmasraya yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Hastho.
Ia menilai pembangunan kualitas SDM harus dilakukan secara berkelanjutan karena kesehatan dan kecukupan gizi sejak dini menjadi fondasi bagi kemampuan anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang. Menurutnya, anak-anak yang sehat dan memiliki asupan gizi yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak yang sekarang kami siapkan bersama adalah generasi yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, mereka harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas yang baik. Ini merupakan investasi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Hastho menambahkan, GAS merupakan bagian dari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan yang dilaksanakan Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya. Melalui GAS, kampanye Gemarikan diperkuat dengan pendekatan langsung kepada anak-anak di lingkungan sekolah.
Selain mendorong konsumsi ikan, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan potensi perikanan kepada generasi muda. Anak-anak juga dikenalkan dengan ikan sebagai salah satu pilihan pangan sehat yang dapat menjadi bagian dari pola konsumsi keluarga.
GAS merupakan inovasi yang digagas Elvira Notta, Pengawas Perikanan Ahli Muda pada Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya. Inovasi tersebut mengemas edukasi konsumsi ikan melalui kegiatan yang sederhana, edukatif, dan menyenangkan bagi siswa.
Hastho berharap GAS dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Dharmasraya. Dengan demikian, kebiasaan mengonsumsi ikan dapat tumbuh sejak usia sekolah, diteruskan di lingkungan keluarga, dan berkontribusi melahirkan generasi Dharmasraya yang sehat, cerdas, produktif, serta berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....