Kecemasan Warga pada Sedimen Lumpur dan Material Sisa Banjir
- 01 Sep 2026 08:49 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Saat langit di Kota Padang mulai meredup dan rintik hujan berubah menjadi deras, kecemasan berbisik halus di telinga Yunisma. Warga Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara ini paham betul arti berada di kawasan yang terjepit, di satu sisi ancaman luapan air sungai yang makin mendangkal dan di sisi lain deburan ombak Samudra Hindia yang siap menerjang.
Kekhawatiran Yunisma bukanlah tanpa alasan.
“Di dasar sungai dekat pemukiman itu, sedimen lumpur dan material sisa banjir masih menumpuk tebal, belum tersentuh normalisasi secara menyeluruh,” ungkapnya kepada RRI, Senin, 31 Agustus 2026.
Pendangkalan itu jelas Yunisma layaknya bom waktu yang mempersempit ruang gerak air hingga mudah meluap dan menghantam rumah-rumah warga saat debit air membumbung dari hulu.
Jika hal itu dibiarkan begitu saja tanpa normalisasi segera, dampaknya akan sangat fatal bagi keselamatan warga yang berdomisili tak jauh dari kepungan air sungai dan laut itu. Bagi Yunisma dan warga pesisir Ulak Karang Utara, air tidak pernah memberi tanda yang pasti kapan ia akan meluap. Banjir kini makin sulit diprediksi akibat perubahan cuaca yang ekstrem.
Namun, di tengah keterbatasan dan ancaman yang mengintai, Yunisma percaya benteng pertahanan pertama tidak hanya lahir dari beton atau alat berat, melainkan dari ikatan kemanusiaan. Dalam situasi sekarang ini, semangat gotong royong dan jiwa peduli antar sesama warga harus tetap dijalin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....