Sebanyak 92 Sekolah di Padang Terdampak Banjir, Pemulihan Ditargetkan Tuntas Dua H

  • 05 Agt 2026 00:36 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak 92 satuan pendidikan di Kota Padang terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Senin, 3 Agustus 2026. Pemerintah Kota Padang menargetkan proses pembersihan dan pemulihan sarana pendidikan dapat diselesaikan dalam dua hari agar kegiatan belajar mengajar segera kembali normal.

Data tersebut mencakup 38 TK dan PAUD, satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 43 Sekolah Dasar (SD), serta 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari seluruh sekolah terdampak, SMP Negeri 41 Padang dan SMP Negeri 27 Padang menjadi dua sekolah yang mengalami kerusakan paling parah.

Untuk memastikan percepatan pemulihan, Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung kondisi SMP Negeri 41 Padang pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam peninjauan tersebut, pemerintah melihat langsung kondisi ruang belajar dan fasilitas sekolah yang dipenuhi lumpur akibat banjir. Pembersihan terus dilakukan secara terpadu melibatkan berbagai perangkat daerah bersama pihak sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan pendataan terhadap sekolah terdampak masih terus dilakukan. Namun, data sementara menunjukkan puluhan sekolah memerlukan penanganan agar proses pembelajaran dapat segera berlangsung kembali.

"Dari data yang baru kami himpun, ada sekitar 92 sekolah terdampak. Hari ini kami mendampingi Pak Wali Kota meninjau SMPN 41 yang kondisinya cukup parah. Sebenarnya sekolah yang mengalami dampak paling berat ada dua, yaitu SMPN 41 dan SMPN 27," ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Padang meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak. Kebijakan tersebut diambil karena sebagian tenaga pendidik juga menjadi korban banjir dan masih melakukan pembersihan di rumah masing-masing.

Yopi menjelaskan, pemerintah mengutamakan keselamatan warga sekolah sekaligus memastikan seluruh fasilitas telah bersih dan layak digunakan sebelum kegiatan belajar kembali dilaksanakan. Pemulihan dilakukan secara intensif agar proses pendidikan tidak terganggu dalam waktu yang lama.

"Kami berharap, sebagaimana arahan Pak Wali Kota, dalam dua hari ini pembersihan rampung dilaksanakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, besok atau lusa, proses belajar mengajar sudah bisa dimulai kembali," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....