H-1 Penutupan, Pemko Padang Pacu Aktivasi Perlinsos di CFD
- 30 Agt 2026 19:28 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang terus mendorong masyarakat melakukan aktivasi Perlindungan Sosial atau Perlinsos melalui program jemput bola di Car Free Day, Minggu, 30 Agustus 2026. Jelang ditutupnya aktivasi program pada 31 Agustus 2026 Dinas Sosial masih mengejar target capaian nasional di angka 40 persen.
Pemerintah Kota Padang telah mengaktivasi akun Perlinsos bagi 116.800 kepala keluarga dengan capain aktivasi 38,56 persen. Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya mengatakan, capaian tersebut terus dikebut karena Kota Padang menjadi salah satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi piloting Perlinsos.
“Seluruh keluarga di Kota Padang menjadi sasaran aktivasi Perlinsos, tanpa melihat tingkat ekonomi maupun posisi desil. Dari data by name by address yang telah diproses sistem Perlinsos, 80 persen diantaranya dinyatakan berhak menerima program Perlindungan Sosial,” katanya.
Menurutnya, Perlinsos bukan semata-mata pendataan masyarakat penerima bantuan sosial. Sebab, data tersebut nantinya dapat menjadi salah satu dasar pemerintah untuk mengetahui masyarakat yang berpotensi layak mendapatkan bantuan.
Eri Sendjaya menambahkan, pada akhir Agustus 2026 mendatang capaian daerah piloting termasuk Kota Padang di wajibkan telah berada di kisaran 40 persen. “Masih ada selisih sekitar 1,5 persen lagi untuk mengejar target 40 persen yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun, yang paling penting kami tidak mengejar kuantitas, lebih kepada kualitas warga kota yang berhak dilayani,” ujarnya.
Dari 116.800 kepala keluarga yang telah mendaftar, sekitar 80 persen di antaranya dinilai berpotensi layak berdasarkan sistem. Eri mengatakan penentuan tersebut dilakukan melalui sistem dengan indikator yang telah ditetapkan, sehingga intervensi manusia dalam menentukan hasil dapat diminimalkan.
Sementara itu, warga Kota Padang, Elvis mengatakan, ia baru mengaktivasi akun Perlinsosnya di Stan Car Free Day Dinsos Kota Padang. Ia berharap, dengan hadirnya Perlinsos dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarganya yang saat ini bergantung pada hasil usahanya sebagai ojek online.
“Saat ini saya menggantungkan ekonomi pada hasil setoran ngojek, sementara ada biaya pendidikan anak yang harus dikeluarkan. Kami berharap dengan adanya bantuan Perlinsos ini bisa meringankan ekonomi keluarga kami,” kata Elvis.
Dinas Sosial Kota Padang juga terus melakukan sosialisasi aktivasi akun Perlindungan Sosial atau Perlinsos secara langsung, termasuk dengan pola door to door oleh agen dan pendamping Program Keluarga Harapan ke tingkat RT dan RW. Hal dimaksud agar seluruh warga Kota Padang mengetahui pentingnya aktivasi Perlinsos dan dapat segera melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditetapkan pemerintah pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....