Sebanyak 60 Ribu Siswa Ikuti Subuh Mubarakah di Padang

  • 25 Agt 2026 19:45 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 60 ribu siswa di Kota Padang telah mengikuti program Subuh Mubarakah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter generasi muda. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Padang melalui Smart Surau untuk memperkuat kegiatan keagamaan sekaligus membangun kebiasaan positif di kalangan pelajar.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan penguatan kegiatan keagamaan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan organisasi keagamaan. Menurutnya, keberadaan guru mengaji, imam masjid serta ruang pembelajaran di masjid dan musala memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Saat ini sekitar 60.000 siswa telah mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah. Pemerintah Kota Padang juga terus memperkuat perhatian terhadap guru mengaji, imam masjid, dan penyediaan ruang pembelajaran digital bagi masjid dan musala di Kota Padang,” katanya, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Teluk Bayur, Selasa, 25 Agustus 2026.

Fadly mengajak jemaah dan masyarakat untuk ikut memperkuat pelaksanaan berbagai program keagamaan yang dijalankan pemerintah daerah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat diperlukan agar program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Selain pendidikan karakter, Fadly juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Salah satu langkah yang dinilai dapat dilakukan dari tingkat keluarga adalah membiasakan pemilahan sampah sebelum dibuang.

Menurut Fadly, perubahan kebiasaan dari rumah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kebersihan kota. Ia berharap masyarakat dapat mengambil peran melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Di bidang lain, Pemko Padang juga tengah mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui potensi kuliner daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung visi Padang menuju Kota Gastronomi Dunia melalui pengembangan kekayaan kuliner dan budaya lokal.

“Kekayaan kuliner kita seperti nasi Padang dan rendang merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan. Jika kita berhasil menjadi Kota Gastronomi Dunia, maka akan memberikan dampak terhadap kunjungan masyarakat dunia ke Kota Padang, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Fadly menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Kecamatan Padang Selatan. Sementara itu, Prof. Duski Samad dalam tausiyahnya mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat keteladanan terhadap kehidupan Rasulullah SAW dan keluarganya.

“Nilai-nilai kepemimpinan dan kehidupan Rasulullah diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini harus kita lakukan dengan baik,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....