Pemprov Sumbar Himpun 1,4 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT

  • 19 Agt 2026 22:33 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Posko pengumpulan rendang untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibuka Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar telah menghimpun sekitar 1,4 ton rendang hingga Rabu, 19 Agustus 2026. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena pengumpulan bantuan masih dibuka hingga proses pengemasan dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, mengatakan bantuan yang terkumpul sementara berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. BPBD menargetkan total rendang yang dihimpun mencapai 1,5 ton.

"Kalau kita target, target kita 1,5 ton. Insyaallah, mudah-mudahan dari list yang sudah masuk diperkirakan sekitar 1,4 ton, mungkin ada lagi yang mau masuk sampai besok," ujar Era.

Ia mengatakan, setelah pengumpulan selesai, rendang akan dikemas untuk selanjutnya dikirim ke NTT. Pengiriman bantuan diperkirakan dilakukan sekitar 26 Agustus 2026 dan direncanakan dilepas secara simbolis oleh Gubernur Sumbar.

Menurut Era, penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait di NTT, termasuk pemerintah kabupaten dan kota yang mengalami kerusakan parah serta memiliki warga yang mengungsi. Bantuan akan diarahkan ke wilayah yang dinilai membutuhkan.

Era menegaskan posko BPBD Sumbar juga terbuka bagi masyarakat umum maupun lembaga lainnya yang ingin berpartisipasi. Masyarakat dapat menyumbangkan rendang untuk dihimpun dan selanjutnya disalurkan melalui Pemprov Sumbar.

"Jadi BPBD sebagai penyalur, mau dari masyarakat, NGO, dari BUMD, BUMN yang ingin bergabung dengan kita, kita nanti akan salurkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, rendang dipilih karena merupakan makanan yang dapat langsung dikonsumsi sehingga dinilai sesuai untuk kondisi masyarakat di pengungsian. Warga terdampak yang belum memiliki peralatan untuk memasak dapat langsung mengonsumsi bantuan tersebut.

"Karena rendang ini kan langsung siap saji untuk dimakan. Jadi masyarakat yang tiba-tiba ada di pengungsian mungkin bisa langsung, tidak perlu memasak," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....