Komonitas Siaga Tsunami Kogami Perkuat Sekolah Aman Bencana

  • 20 Agt 2026 07:02 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Penguatan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) terus dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. Upaya tersebut menjadi bagian penting untuk meminimalisir risiko korban jiwa apabila bencana terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung.

Direktur Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Kota Padang, Patra Rina Dewi, mengatakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penguatan SPAB adalah melatih warga sekolah memahami prosedur penyelamatan diri dari dalam ruang kelas menuju tempat terbuka yang aman.

Menurutnya, bagi siswa yang berada di lantai dasar atau lantai satu dan memiliki akses keluar yang mudah menuju ruang terbuka, langkah pertama yang dilakukan saat gempa adalah segera melindungi kepala dan menuju area terbuka. Siswa juga harus menjauhi benda-benda yang berpotensi jatuh selama proses evakuasi.

“Kalau berada di lantai dasar atau lantai satu yang dekat dengan pintu keluar dan mudah mencapai ruang terbuka, pilihan pertamanya segera melindungi kepala, lari ke ruang terbuka dan menjauhi benda-benda yang akan berjatuhan,” ujar Patra, Rabu 19 Agustus 2026.

Namun, apabila guncangan gempa semakin kuat hingga menyebabkan seseorang tidak mampu berdiri atau berjalan dengan stabil, maka tindakan penyelamatan diri harus dilakukan dengan berlindung di tempat yang lebih aman. Siswa dapat berlindung di bawah meja, sudut ruangan yang memiliki struktur kuat, tiang kokoh, maupun bagian bangunan yang konstruksinya kuat hingga guncangan mereda.

Setelah berada di titik kumpul, guru yang sedang mendampingi siswa bertugas memastikan seluruh peserta didik dalam kondisi baik dan jumlahnya lengkap. Menurut Patra, setiap satuan pendidikan juga perlu memiliki prosedur penyelamatan diri dan rencana evakuasi yang disusun serta dipahami seluruh warga sekolah.

Lebih jauh diungkapkan penguatan SPAB akan terus dilakukan hingga 5 November 2026, yang direncanakan menjadi momentum simulasi evakuasi di salah satu satuan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam rangka memperingati World Tsunami Awareness Day atau Hari Kesiapsiagaan Tsunami Sedunia.

Patra menambahkan Kogami juga terus membangun kemitraan dengan pemerintah untuk memperluas upaya kesiapsiagaan bencana di sekolah.

“Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, kita tetap bergerak. Karena kita tidak punya sumber daya yang bisa melakukan segala sesuatu, maka kita bermitra, terutama dengan OPD dan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....