Dinkes Pesisir Selatan Tekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)

  • 14 Agt 2026 07:10 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan menggelar pertemuan evaluasi pelayanan kesehatan ibu dan anak bersama jaringan puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis 13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dalam upaya mengakselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Kegiatan strategis ini diawali dengan pemaparan evaluasi capaian AKI dan AKB oleh Pejabat Fungsional Ahli Madya Pengampu Bidang Kesmas, Aswiliarti.

Dalam arahannya, Aswiliarti menekankan krusialnya penguatan upaya promotif dan preventif sejak dini untuk menekan risiko komplikasi pada masa kehamilan hingga persalinan.

"Upaya penurunan AKI dan AKB harus kita perkuat dari hulu melalui langkah promotif dan preventif, dimulai dari pendampingan calon pengantin hingga pengawasan intensif pada ibu hamil. Hal ini penting agar seluruh proses persalinan dapat berjalan aman dan bayi lahir dalam kondisi sehat," ujar Aswiliarti.

Ia juga menggarisbawahi perlunya penguatan sinergi serta evaluasi berkala antarjenjang pelayanan kesehatan agar penanganan pasien di lapangan tidak terkendala oleh hambatan koordinasi.

"Kita memerlukan evaluasi berkala dan penguatan sinergi antarjenjang pelayanan. Kolaborasi yang solid antara fasilitas kesehatan primer di puskesmas, bidan nagari, hingga rumah sakit rujukan adalah kunci utama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi secara efektif dan berkelanjutan di Pesisir Selatan," kata .Aswiliarti.

Pertemuan ini juga menghadirkan dua narasumber ahli medis, yakni dr. Muslim, Sp.OG dan dr. Risnelly, Sp.A. Kedua narasumber memaparkan evaluasi teknis medis, tata laksana penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta langkah strategis peningkatan kualitas pelayanan pasien di lapangan.

Adapun peserta kegiatan terdiri dari Penanggung Jawab Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PJ PONED) Puskesmas, Penanggung Jawab PONEK Rumah Sakit, hingga bidan nagari dan Pustu. Kehadiran jajaran tenaga kesehatan dari tingkat terdepan hingga rujukan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring rujukan serta meningkatkan mutu pelayanan maternal-neonatal dari hulu ke hilir.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga, Ninik Syahrial, bersama jajaran timnya ini ditutup dengan perumusan dan kesepakatan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Dalam RTL tersebut, seluruh jajaran menyepakati komitmen bersama untuk memastikan pelayanan PONED dan PONEK berjalan sesuai standar resmi, baik dari pemenuhan kapasitas SDM, sarana prasarana, maupun tata kelola administrasi seperti ketersediaan SOP dan bagan alur pelayanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....