Padang Masuk Enam Besar Nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026
- 13 Agt 2026 04:18 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Kota Padang masuk enam besar nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Capaian tersebut menjadi indikator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kota Padang mulai bergerak dari kebijakan menuju program yang lebih konkret.
Padang bersaing dengan Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, Kota Pariaman, dan Kota Payakumbuh dalam ajang tersebut. Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti proses penilaian yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Ruang Rapat Istana Gubernur, Rabu 12 Agustus 2026.
Dalam penilaian tersebut, Pemerintah Kota Padang memaparkan sejumlah kebijakan dan program untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Di antaranya penguatan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang, pengembangan pendidikan berbasis keagamaan, serta optimalisasi masjid dan musala melalui program unggulan Smart Surau.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, komitmen terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah juga tercermin dalam kebijakan penganggaran pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan terhadap program keagamaan dan ekonomi syariah tetap dipertahankan meskipun pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran.
“Komitmen ini juga sudah tergambar dari kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang. Ketika ada efisiensi anggaran, dukungan terhadap program keagamaan dan keuangan syariah tidak berkurang,” ujar Maigus.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Padang Indra Noveri menjelaskan, penguatan ekosistem ekonomi syariah dilakukan melalui sejumlah langkah konkret. Pemko Padang antara lain mengalokasikan anggaran untuk sertifikasi halal, menyerahkan hibah tanah untuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sumatera Barat, mengembangkan UMKM halal, menggagas kota wakaf, serta mengoptimalkan zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF).
Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan. Pengembangan juga menyentuh pelaku usaha, produk halal, wakaf, hingga pemberdayaan masyarakat.
Proses penilaian Anugerah Adinata Syariah 2026 melibatkan tim dari sejumlah organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, BPJPH Sumatera Barat, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, dan UIN Imam Bonjol Padang. Maigus optimistis Kota Padang mampu meraih penghargaan tersebut karena berbagai program telah berjalan dan didukung pembiayaan pemerintah daerah.
“Kita sangat optimistis mendapatkan penghargaan ini, karena kita tidak lagi berada pada tataran konsep atau pemikiran, tetapi sudah masuk kepada action. Kita sudah memulai dengan langkah-langkah konkret dan sekaligus memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangan tersebut,” katanya.
Bagi Pemko Padang, keikutsertaan dalam Anugerah Adinata Syariah tidak semata-mata untuk mengejar penghargaan. Ajang tersebut menjadi momentum untuk mengukur dampak kebijakan ekonomi syariah sekaligus memperkuat ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Padang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....