Pemkab Agam dan TNI-Polri Perkuat Mitigasi Bencana dengan Tanam Bambu

  • 13 Agt 2026 08:25 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Agam bersama TNI, Polri dan masyarakat memperkuat mitigasi bencana melalui penanaman rumpun bambu dan pohon produktif di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-1 Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.

Kegiatan dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Agam Syatria, anggota DPRD Kabupaten Agam Akhmal Piliang, serta unsur TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah nagari dan masyarakat. Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari potensi bencana.

Syatria mengatakan, Salareh Aia merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Karena itu, upaya mitigasi perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

"Tanaman bambu memiliki manfaat ekologis, terutama dalam membantu memperkuat struktur tanah dan mengurangi erosi. Pengalaman bencana pada akhir 2025 juga menjadi pembelajaran penting agar kesiapsiagaan kita terus ditingkatkan," ucapnya.

Dandim 0304/Agam Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat dan lingkungan. Menurutnya, sinergi pemerintah, TNI dan Polri diperlukan untuk mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi dampak bencana yang dirasakan masyarakat.

"Penanaman bambu dan pohon produktif merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat jangka panjang. Kami berharap keberadaan tanaman ini dapat mendukung keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan," ucapnya.

Wali Nagari Salareh Aia Rijal Islami mengatakan, wilayahnya terdampak banjir bandang pada 27 November 2025 dan kini proses pemulihan terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak. Bantuan telah diterima untuk pemulihan infrastruktur, sarana pendidikan dan tempat ibadah.

"Alhamdulillah, hari ini kita sudah masuk dalam tahapan pascapemulihan. Berbagai bantuan telah kami terima, baik untuk infrastruktur, sarana pendidikan maupun pembangunan tempat ibadah," ucapnya.

Kegiatan yang melibatkan Pemkab Agam, DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah nagari, lembaga kemasyarakatan, guru dan tenaga pendidik tersebut memperkuat sinergi lintas sektor. Upaya penanaman bambu dan pohon produktif diharapkan menjadi bagian dari pembangunan ketahanan wilayah sekaligus menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....