Padang Harmoni Festival Perkuat Persatuan dalam Keberagaman

  • 12 Agt 2026 01:07 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Keberagaman etnis dan budaya menjadi kekuatan sosial yang terus dirawat Pemerintah Kota Padang. Hal itu mengemuka dalam penutupan Padang Harmoni Festival 2026 di kawasan Kota Tua, tepatnya di bawah Jembatan Siti Nurbaya, Senin 10 Agustus 2026 malam.

Festival yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tersebut tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan seni. Untuk pertama kalinya digelar, Padang Harmoni Festival menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi modal sosial bagi pembangunan kota.

Mengusung tema “Urang Padang Jalan Barampek”, festival menghadirkan ekspresi budaya masyarakat Minangkabau, Nias, Tionghoa, dan India dalam satu rangkaian pertunjukan. Keragaman tersebut memperlihatkan Padang sebagai kota yang terbuka, ramah, dan dihuni masyarakat dengan latar budaya yang beragam.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan keberagaman merupakan kekuatan yang perlu terus dijaga karena menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat dan pembangunan daerah. Menurutnya, Padang Harmoni Festival menjadi momentum memperkuat karakter Padang sebagai kota yang majemuk, harmonis, dan toleran, termasuk dalam kehidupan antarumat beragama. “Keberagaman etnis dan budaya adalah modal sosial dan kekuatan utama untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Maigus.

Ia menilai semangat kebersamaan tersebut juga sejalan dengan cita-cita Padang mengembangkan diri sebagai kota gastronomi dunia. Kekayaan budaya, tradisi, dan kuliner dari berbagai komunitas dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas Padang di tingkat global.

Pemilihan kawasan Kota Tua sebagai lokasi festival juga memiliki makna tersendiri. Kawasan tersebut sejak lama menjadi salah satu pusat perdagangan dan pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang. “Pemilihan kawasan Kota Tua sangat tepat karena secara historis kawasan ini memiliki rekam jejak panjang sebagai pusat perdagangan dan tempat berkumpulnya beragam etnis yang hidup berdampingan sejak masa lampau,” kata Maigus.

Pemerintah Kota Padang memberikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang serta perkumpulan masyarakat etnis Nias, Tionghoa, dan India yang berkolaborasi menyelenggarakan festival tersebut. Bagi Pemko Padang, keberlanjutan kegiatan serupa penting untuk memastikan keberagaman tidak berhenti sebagai identitas, tetapi terus diwujudkan melalui interaksi sosial dan kolaborasi antarmasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....