Padang Fashion Summit 2026 Dorong Fesyen Minangkabau Go Internasional
- 11 Agt 2026 04:16 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Padang Fashion Summit (PFS) 2026 tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan identitas fesyen Minangkabau ke pasar yang lebih luas. Perpaduan kreativitas modern dan kekayaan budaya lokal ditampilkan dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Digelar di ZHM Premiere Hotel Padang, PFS 2026 pada 9 hingga 10 Agustus 2026 mempertemukan pelaku fesyen lokal dengan sejumlah desainer dari Australia dan Malaysia. Kehadiran desainer mancanegara menjadi ruang pertukaran kreativitas sekaligus membuka jejaring industri fesyen Padang dengan pasar internasional.
Desainer asal Kota Padang, Adhesuhanda, mengatakan kekayaan budaya daerah merupakan modal penting bagi pelaku fesyen untuk membangun identitas dan meningkatkan daya saing di tingkat global. “Jangan jadikan tren menjadi acuan kita untuk membuat sebuah karya. Kita harus berani tampil beda dan menciptakan tren sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah desainer Padang telah memiliki rekam jejak hingga tingkat nasional. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan kualitas dan daya saing agar karya fesyen lokal mampu menembus pasar internasional.
Ia menilai kekayaan tekstil dan budaya Minangkabau dapat menjadi pembeda bagi fesyen lokal. Salah satunya melalui penggunaan kain tenun dengan beragam padu padan warna dan sentuhan desain modern.
“Pelaku fashion Kota Padang juga sudah banyak yang terkenal, bahkan sudah go national. Harapan saya, desainer lokal bisa go international karena kita memiliki ciri khas, seperti tenun yang unik dengan banyak padu padan warna yang menarik,” katanya.
Potensi fesyen berbasis budaya Minangkabau juga terlihat dari antusiasme peserta yang datang dari luar Kota Padang. Model asal Batusangkar, Rahmi Febri Ningsih, menjadi salah satu peserta yang mengenakan busana adat Koto Gadang dengan sentuhan modern.
Rahmi menilai PFS menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan fesyen Minangkabau kepada masyarakat yang lebih luas. Ia bahkan datang dari Batusangkar untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Saya cukup tertarik mengikuti kegiatan ini, bahkan saya jauh datang dari Batusangkar. Padang Fashion Summit sangat berkesan bagi saya,” tuturnya.
Ia berharap PFS dapat terus digelar dan berkembang menjadi panggung promosi bagi karya fesyen yang mengangkat budaya Minangkabau. “Semoga kegiatan ini tetap berlanjut karena di ajang ini kita bisa memperkenalkan fashion asli dari Minangkabau untuk menuju ke kancah internasional,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....