BPS: Nilai Tukar Petani (NTP) Sumbar Naik 0,68 Persen pada Juni 2026
- 11 Agt 2026 08:48 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Sumbar pada Juni 2026 mencapai 131,62 atau naik 0,68 persen dibandingkan Mei 2026. Kenaikan tersebut menunjukkan harga yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,36 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang hanya meningkat 0,68 persen.
“Secara umum, kenaikan NTP Sumbar pada Juni 2026 ditopang oleh membaiknya kinerja subsektor tanaman perkebunan rakyat. Sementara itu, empat subsektor lainnya, yakni tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan masih mencatat penurunan NTP dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumatera Barat pada Juni 2026 sebesar 137,81. Angka tersebut meningkat 0,32 persen dibandingkan Mei 2026. “Kenaikan NTUP dipengaruhi oleh meningkatnya harga hasil produksi pertanian sebesar 1,36 persen,” kata Hasan.
Sementara itu, di sisi lain, indeks harga penambahan barang modal juga mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen, namun masih lebih rendah dibandingkan peningkatan harga hasil produksi petani. “NTP dan NTUP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Peningkatan kedua indikator tersebut mencerminkan adanya perbaikan daya tukar hasil produksi pertanian terhadap pengeluaran yang ditanggung petani di Sumbar,” ujarnya.
Meski demikian, capaian positif pada Juni 2026 belum dirasakan merata di seluruh subsektor pertanian. BPS Sumbar mencatat hanya subsektor tanaman perkebunan rakyat yang menjadi penopang utama kenaikan NTP Sumbar, sementara subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan masih mengalami penurunan.
Dengan kondisi tersebut, BPS Sumbar menilai peningkatan NTP dan NTUP menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian daerah, meski belum dirasakan secara merata oleh seluruh subsektor. Ke depan, kinerja subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan diharapkan terus membaik sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara lebih merata di Sumatera Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....