Dam Irigasi Baru Perkuat Ketahanan Pertanian Agam Hadapi Anomali Iklim

  • 29 Jul 2026 03:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi guna mengantisipasi dampak anomali iklim. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan pembangunan dam irigasi di Jorong Sungai Angek, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, yang akan mengairi sekitar 50 hektare lahan sawah.

Infrastruktur irigasi tersebut dibangun untuk mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian milik Kelompok Tani Sabar. Bupati Agam Benni Warlis didampingi Kepala Dinas Pertanian Agam Heri Prasetyo bersama kelompok tani meninjau langsung pembangunan dam tersebut, Selasa, 28 Juli 2026.

Benni Warlis mengatakan penyediaan infrastruktur pertanian menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, penguatan sistem irigasi tidak hanya difokuskan pada wilayah terdampak bencana, tetapi juga daerah yang membutuhkan dukungan konservasi air.

“Ini merupakan salah satu upaya kita menyiapkan infrastruktur pertanian sebagai bagian dari konservasi air dan antisipasi anomali iklim. Tidak hanya di daerah terdampak bencana, tetapi juga di wilayah lain yang membutuhkan dukungan irigasi,” katanya.

Ia menjelaskan pembangunan dam tersebut dilaksanakan pada 2026 dengan anggaran sebesar Rp120 juta. Proyek itu dikerjakan melalui mekanisme swakelola sehingga pelaksanaannya melibatkan langsung kelompok tani penerima manfaat.

Melalui sistem swakelola, dana pembangunan disalurkan langsung ke rekening kelompok tani untuk dikelola sesuai kebutuhan pekerjaan. Sementara itu, aspek teknis dan pengawasan tetap dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Agam agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

“Kalau dikerjakan secara swakelola, uangnya langsung masuk ke rekening kelompok. Kelompok yang mengatur pelaksanaannya, sementara aspek teknis dan pengawasannya dilakukan Dinas Pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, mekanisme swakelola mampu mendorong semangat gotong royong masyarakat sehingga hasil pembangunan berpotensi lebih optimal. Keterlibatan langsung kelompok tani juga diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.

Bupati mengingatkan agar dam irigasi tersebut dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat secara bersama-sama. Dengan pemeliharaan yang baik, infrastruktur itu diyakini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan produktivitas pertanian.

“Manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dipelihara. Infrastruktur seperti ini akan bertahan lama jika dirawat bersama, sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan oleh petani,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....