Kemenag Sawahlunto Perkuat Peran Musala sebagai Pusat Pembinaan Umat

  • 29 Jul 2026 08:38 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Kementerian Agama Kota Sawahlunto menggelar kegiatan Titian Muhibah dan Dialog Lintas Sektoral Pengurus Musala di Mushalla Baitul Ikhlas, Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah mempertemukan pengurus musala, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkuat fungsi musala sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan kehidupan keagamaan.

Kegiatan dihadiri Pemerintah Kota Sawahlunto yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Zulkifli, Ketua MUI Kota Sawahlunto, Fadli Rifenta, Manajer Bank Syariah Indonesia Cabang Sawahlunto Fadil Fuadi, serta pengurus mushalla dari empat kecamatan. Hadir pula sebagai narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Zulkifli, Ketua BAZNAS Kota Sawahlunto Edrizon Efendi dan Ketua MUI Kota Sawahlunto.

Dalam pemaparannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Zulkifli, mengajak seluruh pengurus musala untuk terus memakmurkan rumah ibadah melalui pengelolaan yang baik, optimalisasi fungsi ibadah, serta peningkatan pelayanan kepada jamaah. Menurutnya, keberhasilan memakmurkan musala tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi juga dari ramainya jamaah dan hidupnya berbagai kegiatan keagamaan.

"Anak-anak perlu didekatkan dengan musala. Tugas kami bukan menjauhkan mereka, tetapi membimbing agar aktivitas mereka menjadi lebih baik dan bernilai Islami," ujarnya.

Zulkifli juga mengingatkan empat tantangan besar yang dihadapi umat Islam saat ini, yakni rapuhnya akidah, lemahnya hubungan dengan Allah dan sesama manusia, degradasi moral, serta pentingnya membangun kemampuan berkomunikasi yang santun dan berakhlak. Selain itu, ia mengajak masyarakat membiasakan budaya berinfak, berwakaf, dan saling membantu sebagai bagian dari penguatan kehidupan sosial keagamaan.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Sawahlunto Fadli Rifenta menegaskan, menjadi pengurus musala merupakan bentuk pengabdian kepada umat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. "Kita tidak boleh berhenti bergerak hanya karena keterbatasan dana. Jangan malu mengajak masyarakat berpartisipasi jika tujuannya untuk kepentingan umat," ujarnya.

Ketua BAZNAS Kota Sawahlunto Edrizon Efendi mengapresiasi program Titian Muhibah sebagai sarana memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam membangun kemaslahatan umat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian sosial untuk mengatasi berbagai persoalan, termasuk praktik rentenir yang masih membebani masyarakat, seraya menegaskan BAZNAS siap mendukung program yang memperkuat syiar Islam dan kesejahteraan umat. Saat ini terdapat 282 mushalla di Kota Sawahlunto, dan sebanyak 60 pengurus musala di fasilitas publik mengikuti kegiatan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....