Pemkab Pasaman Barat Percepat Penanganan Banjir Kajai

  • 26 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mempercepat penanganan banjir yang merendam permukiman warga di Nagari Kajai dan Kajai Selatan, Kecamatan Talamau. Selain memastikan bantuan bagi warga terdampak, pemerintah daerah juga menyiapkan perbaikan infrastruktur yang menjadi penyebab genangan air.

Wakil Bupati Pasaman Barat M Ihpan meninjau langsung lokasi terdampak banjir pada Minggu, 26 Juli 2026 untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan cepat. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengidentifikasi penyebab meluapnya air ke permukiman warga.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, salah satu faktor yang menyebabkan banjir adalah penyempitan saluran pengairan di Nagari Kajai Selatan. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi.

"Pemerintah daerah hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan cepat. Dari hasil penyisiran bersama Dinas PUPR, salah satu kendala utama adalah penyempitan saluran air," katanya.

Ia memastikan perbaikan saluran air tersebut akan dilakukan tahun ini bersamaan dengan pengaspalan Jalan MAN. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko genangan dan memperlancar aliran air di kawasan terdampak.

Selain pembenahan infrastruktur, Pemkab Pasaman Barat juga memetakan kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan yang menjadi prioritas meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan bayi, kasur, serta dukungan pembersihan rumah dari sisa material lumpur.

"Perlengkapan bayi, kasur, dan sembako menjadi prioritas bantuan saat ini. Hari ini juga sekitar pukul 11.00 WIB, armada Damkar kami turunkan untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur agar dapat segera ditempati secara layak," katanya.

Untuk mempercepat pemulihan, Pemkab Pasaman Barat mengerahkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) ke lokasi permukiman warga. Armada tersebut digunakan untuk membantu membersihkan sisa lumpur sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Banjir yang terjadi dipicu tingginya intensitas hujan sehingga menyebabkan saluran air meluap dan merendam sejumlah rumah warga. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....