Pendidikan Kebencanaan sejak Dini Bangun Generasi Tangguh di Padang

  • 26 Jul 2026 14:46 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pendidikan kebencanaan dinilai perlu diberikan sejak usia dini untuk membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Pembelajaran yang disertai simulasi secara berkala diyakini mampu membentuk generasi yang lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana.

Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (Unand), Profesor Fauzan mengatakan pemerintah daerah telah direkomendasikan untuk memasukkan budaya sadar bencana dalam pendidikan anak sejak tingkat taman kanak-kanak. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kesiapsiagaan menjadi kebiasaan yang melekat sejak kecil.

Ia mencontohkan Jepang sebagai salah satu negara yang telah menerapkan pendidikan kebencanaan sejak usia dini. Menurutnya, pola pendidikan tersebut mampu membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemampuan lebih baik dalam menghadapi situasi bencana.

"Sumatera Barat memiliki kondisi yang tidak jauh berbeda dengan Jepang, sama-sama berada di wilayah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana. Budaya sadar bencana perlu dibangun secara berkelanjutan," ujarnya kepada RRI di Padang, Minggu, 26 Juli 2026.

Profesor Fauzan menjelaskan, pendidikan kebencanaan tidak cukup hanya diberikan melalui penyampaian teori di ruang kelas. Anak-anak perlu dilibatkan dalam simulasi agar memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Metode pembelajaran bagi anak usia dini dan sekolah dasar dapat dikemas secara menarik melalui permainan, cerita, video, maupun buku bergambar atau komik. Dengan pendekatan tersebut, materi kebencanaan akan lebih mudah diterima sesuai dengan karakter peserta didik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan, pihaknya telah menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bagi pelajar di sekolah. Salah satunya melalui edukasi kebencanaan yang diberikan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mulai dari tingkat TK hingga SMP.

Menurut Hendri, kegiatan edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada peserta didik mengenai potensi bencana dan langkah penyelamatan diri. Selain teori, BPBD juga mendorong pelaksanaan simulasi agar siswa mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

"Edukasi dan simulasi ini bukan untuk mengundang bencana. Namun, agar masyarakat, khususnya anak-anak, memahami apa yang harus dilakukan ketika bencana benar-benar terjadi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....