FKSB Padang Perkuat Budaya Sadar Bencana Masyarakat
- 26 Jul 2026 14:38 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Forum Kelompok Siaga Bencana (FKSB) Kota Padang terus memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Hingga kini, relawan FKSB telah memberikan edukasi, sosialisasi, dan simulasi kebencanaan di ratusan sekolah serta berbagai kelompok masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Ketua FKSB Kota Padang Abdul Rahim Keken mengatakan, edukasi kebencanaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban apabila bencana terjadi. Melalui jaringan relawan yang tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan, FKSB secara rutin memberikan pemahaman terkait mitigasi dan penyelamatan diri.
"Kami dari FKSB tidak pernah lelah memberikan edukasi kepada masyarakat. Kota Padang berada di wilayah yang memiliki potensi bencana, maka kesiapsiagaan harus terus dibangun," ujar Keken kepada RRI di Padang, Minggu, 26 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan edukasi dilakukan sesuai arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat. Menurutnya, pemahaman tentang langkah penyelamatan menjadi hal penting, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Keken menyebut, masyarakat Kota Padang memiliki waktu emas sekitar 20 hingga 30 menit untuk melakukan evakuasi apabila terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Karena itu, latihan dan simulasi perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat kondisi darurat.
Selain menyasar lingkungan sekolah, FKSB juga memberikan edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Relawan turut dilibatkan dalam simulasi tsunami skala kota yang digelar Pemerintah Kota Padang guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
| Baca juga: Persiapan HJK Padang 2026 Capai 50 Persen |
Menurutnya, simulasi memiliki peran penting karena masyarakat tidak cukup hanya memahami teori. Dengan latihan langsung, masyarakat dapat mengetahui jalur evakuasi, lokasi perlindungan sementara, hingga tempat evakuasi akhir sesuai wilayah masing-masing.
“Kami juga membuka diri bagi sekolah, instansi pemerintah, organisasi, maupun masyarakat yang ingin mendapatkan edukasi kebencanaan. Permintaan dapat disampaikan melalui FKSB tingkat kelurahan atau kecamatan, dan apabila diperlukan akan diteruskan ke tingkat kota,” ujarnya.
Keken menambahkan, edukasi kebencanaan tidak hanya dilakukan ketika ada permintaan dari masyarakat, tetapi juga melalui program inisiatif FKSB dengan mendatangi sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat. Upaya tersebut dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Ia berharap kolaborasi antara FKSB, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan meningkatnya kesadaran dan kapasitas warga, risiko korban jiwa akibat bencana dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....