Disdikbud Padang Perkuat Pendidikan Ramah dan Inklusif bagi Anak

  • 24 Jul 2026 03:10 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang aman, ramah, dan inklusif terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, mencegah perundungan, sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova di Padang, Kamis, 23 Juli 2026. Ia mengatakan setiap anak, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan dasar dan menengah, memiliki hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembangnya.

"Menyambut Hari Anak Nasional, Pemerintah Kota Padang sangat mendukung agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang ramah. Selain itu, layak, serta budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Yopi.

Menurutnya, mewujudkan ekosistem pendidikan yang kondusif tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk mengawasi serta memastikan proses belajar berlangsung tanpa adanya perundungan di lingkungan sekolah.

"Pemerintah daerah bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh satuan pendidikan serta masyarakat untuk saling mengawasi agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak terjadi perundungan di sekolah," katanya.

Selain menciptakan sekolah yang aman, Disdikbud Kota Padang juga terus memperkuat pelaksanaan pendidikan inklusif. Kebijakan tersebut memberikan kesempatan yang sama bagi anak penyandang disabilitas maupun anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk memperoleh layanan pendidikan di sekolah umum.

"Pendidikan inklusif adalah pendidikan untuk semua. Baik anak penyandang disabilitas maupun anak berkebutuhan khusus, semuanya memiliki hak yang sama di bidang pendidikan. Tidak boleh ada anak yang tidak mendapatkan pendidikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap anak berkebutuhan khusus yang akan bersekolah di sekolah umum akan menjalani asesmen terlebih dahulu. Langkah itu dilakukan agar sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Yopi berharap penguatan pendidikan yang inklusif dan merata dapat menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Padang. Menurutnya, semakin luas akses pendidikan yang diberikan, semakin besar pula peluang mewujudkan sumber daya manusia yang unggul.

"Ke depan, kita berharap seluruh masyarakat dapat mengakses pendidikan. Mudah-mudahan kita dapat mengurangi angka anak tidak sekolah dan terus meningkatkan mutu pendidikan untuk mewujudkan Padang Juara," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....