Unand Tuan Rumah Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri
- 23 Jul 2026 12:15 WIB
- Padang
Poin Utama
- Universitas Andalas menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor BKS PTN Wilayah Barat pada 21-22 Juli 2026 dengan menghadirkan 37 delegasi dari 25 perguruan tinggi negeri.
- Forum bertema 'Dari Riset Menuju Industri: Membangun Dampak Melalui Kolaborasi dan Inovasi' bertujuan merumuskan strategi mempercepat hilirisasi hasil riset akademik menjadi produk industri.
- Wakil Rektor I Unand Prof. Syukri Arief menekankan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi untuk mengubah hasil penelitian menjadi produk yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Convention Hall Unand, Padang, pada 21–22 Juli 2026.
Forum bertema "Dari Riset Menuju Industri: Membangun Dampak Melalui Kolaborasi dan Inovasi" itu diikuti 37 delegasi dari 25 perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia. Wakil Rektor I Unand, Prof. Syukri Arief mengatakan, kegiatan ini bertujuan merumuskan strategi mempercepat hilirisasi hasil riset akademik menjadi produk industri yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Forum juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar kampus dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia usaha, dan peningkatan daya saing nasional. Syukri mengatakan, kerja sama antar perguruan tinggi harus menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan, bukan hanya sebatas penandatanganan dokumen.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari digitalisasi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, persoalan kesehatan masyarakat, hingga tuntutan menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
"Kerja sama perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada dokumen kesepahaman semata, tetapi harus diwujudkan dalam inovasi yang memberikan manfaat nyata. Kolaborasi menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini," ucapnya, Rabu, 22 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua Forum BKS PTN Barat, Prof. Dr. Revis Asra menjelaskan forum ini dirancang untuk menjembatani hasil penelitian akademik dengan kebutuhan dunia industri. Ia menilai potensi sumber daya hayati dan tumbuhan endemik di wilayah barat Indonesia perlu diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar.
"Kami berharap kolaborasi BKS PTN Barat tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi mampu menghasilkan produk industri yang konkret. Target kami, pada 2027 setidaknya sudah lahir satu produk hasil kolaborasi perguruan tinggi yang siap dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.
Selain menghadirkan Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Yos Sunitiyoso, sebagai pembicara utama, forum juga diisi diskusi bersama akademisi, peneliti, dan pelaku industri. Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke PT Crown Teknologi Indonesia dan Laboratorium Inovasi Fakultas Kedokteran Unand untuk melihat praktik hilirisasi riset yang telah diterapkan secara langsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....