Unand Teken MoU Dukung Pengembangan Kelautan Bersama KKP Indonesia
- 22 Jul 2026 09:06 WIB
- Padang
Poin Utama
- Rektor Universitas Andalas Dr. Efa Yonnedi menandatangani Nota Kesepahaman antara BPPSDM KP dengan 14 perguruan tinggi mitra dalam peresmian Ocean Institute of Indonesia.
- Ocean Institute of Indonesia diresmikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi kelautan untuk mendukung implementasi kebijakan ekonomi biru.
- Peresmian melibatkan 14 perguruan tinggi terkemuka termasuk ITB, IPB University, Universitas Indonesia, dan universitas-universitas lainnya untuk meningkatkan daya saing pendidikan kelautan Indonesia di tingkat internasional.
RRI.CO.ID, Padang - Rektor Universitas Andalas (Unand), Dr. Efa Yonnedi, Ph.D., menghadiri peresmian Ocean Institute of Indonesia (OII) yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juli 2026. Pada kesempatan ini, Rektor Unand menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) dengan 14 perguruan tinggi mitra.
Penandatanganan MoU yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya ITB, IPB University, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Universitas Pattimura, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Nusa Cendana, Sampoerna University, dan Universitas Trunojoyo Madura. Peresmian Ocean Institute of Indonesia menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi di lingkungan KKP untuk mendukung implementasi kebijakan ekonomi biru sekaligus meningkatkan daya saing pendidikan tinggi kelautan Indonesia di tingkat internasional.
Rektor Efa Yonnedi menyampaikan, keterlibatan Unand dalam kolaborasi strategis tersebut merupakan bentuk kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kapasitas universitas dalam mendukung pembangunan sektor kelautan nasional. Menurutnya, kerja sama ini menjadi peluang bagi Unand untuk memperkuat kontribusi melalui pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan.
"Ini merupakan bukti kepercayaan para stakeholders strategis terhadap Universitas Andalas dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul serta menghasilkan riset dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan," ujarnya.
Efa menambahkan kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Andalas untuk terus memperluas jejaring kemitraan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap Nota Kesepahaman ini dapat melahirkan berbagai program kolaboratif, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan riset dan inovasi, hingga penyusunan kebijakan yang mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
"Peresmian Ocean Institute of Indonesia dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan beserta jajaran, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala BRIN, para wakil menteri, Kepala BPPSDM KP, serta sejumlah pejabat tinggi KKP. Melalui kerja sama tersebut, kami berharap semakin berperan dalam mendukung pembangunan kelautan nasional yang berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....