Partisipasi Pemilihan Duta Anak Kota Padang Meningkat, 110 Pelajar Ikut Seleksi

  • 14 Jul 2026 16:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Antusias pelajar untuk terlibat dalam upaya pemenuhan hak anak di Kota Padang terus meningkat. Tahun ini, sebanyak 110 pelajar tingkat SMP mengikuti seleksi Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak Kota Padang 2026, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Program yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang tersebut menjadi wadah pengembangan potensi, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian anak terhadap isu-isu pemenuhan hak anak. Seleksi berlangsung di Kantor DP3AP2KB Kota Padang, Selasa, 14 Juli 2026.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang, Ade Yonanda Irza, mengatakan ajang tersebut bukan sekadar kompetisi tahunan. Menurutnya, kegiatan itu merupakan proses kaderisasi untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pelopor dalam pemenuhan hak anak di Kota Padang.

Proses seleksi dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni seleksi esai, wawancara dan unjuk minat bakat, serta grand final. Dari seluruh peserta, nantinya dipilih 14 finalis terbaik yang berhak tampil pada malam apresiasi.

"Dari seleksi tahap kedua yang sedang berjalan ini, nantinya akan dipilih 14 finalis. Mereka akan tampil pada acara puncak apresiasi Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2026 mendatang di Youth Center Kota Padang," katanya.

Ade menjelaskan, tingginya jumlah peserta tahun ini menunjukkan semakin besarnya kepedulian anak-anak terhadap peran mereka dalam pembangunan. Seluruh peserta merupakan pelajar berusia 12 hingga 15 tahun yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Padang.

Selain peningkatan jumlah peserta, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan inovasi berupa kategori penghargaan khusus bagi anak berkebutuhan khusus. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan pemenuhan hak anak yang inklusif dan setara.

“Minat anak-anak berkebutuhan khusus tahun ini sangat tinggi. Kami berharap mereka dapat menjadi role model bagi teman-teman sebaya serta menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) dalam pemenuhan hak anak, khususnya di lingkungan sekolah," katanya.

Ade menambahkan, kehadiran kategori Duta Anak Pejuang Disabilitas diharapkan mampu memberikan ruang yang sama bagi seluruh anak untuk mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Melalui Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak, Pemerintah Kota Padang terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan peduli terhadap hak-hak anak. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemko Padang dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak melalui peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....