Padang Harmony Festival Perdana Meriahkan HJK ke-357

  • 14 Jul 2026 01:09 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang akan menghadirkan Padang Harmony Festival (Padang Multi-etnis Festival) sebagai salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Festival budaya yang digelar untuk pertama kalinya ini menjadi wadah menampilkan keberagaman etnis sekaligus memperkuat citra Kota Padang sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan.

Festival dijadwalkan berlangsung pada 7, 8, dan 10 Agustus 2026 di kawasan bersejarah Kota Lama Batang Arau. Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dan wisatawan akan disuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari komunitas etnis yang telah lama hidup berdampingan di Kota Padang.

Persiapan penyelenggaraan terus dimatangkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang di Kantor Kesbangpol, Senin 13 Juli 2026.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, Syahendri Barkah, mengatakan Padang Harmony Festival tidak hanya menjadi panggung pertunjukan budaya, tetapi juga ruang untuk mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Padang.

"Padang dikenal dengan filosofi Urang Padang Jalan Barampek, yang menggambarkan harmonisasi masyarakat Minangkabau, India, Tionghoa, dan Nias. Selain itu, terdapat pula berbagai paguyuban dari Jawa, Bali, Sunda, Batak, dan etnis lainnya yang turut memperkaya keberagaman Kota Padang," ujarnya.

Menurut Syahendri, sebanyak 13 paguyuban etnis akan berpartisipasi dalam festival tersebut. Masing-masing akan menampilkan seni tradisional, musik, tarian, hingga atraksi budaya yang mencerminkan identitas dan kekayaan budaya komunitasnya.

Selain menjadi rangkaian perayaan HJK ke-357, festival ini juga diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Padang. Kawasan Kota Lama Batang Arau dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

Selama penyelenggaraan, pertunjukan akan berlangsung mulai sore hingga malam hari dengan batas waktu kegiatan hingga pukul 23.00 WIB. Pengaturan waktu tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Syahendri menegaskan, Padang Harmony Festival membawa misi yang lebih luas, yakni memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Kota Padang mampu menjaga kerukunan antarumat beragama dan keharmonisan antaretnis.

"Kami mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk hadir menyaksikan festival ini. Padang Harmony Festival menjadi gambaran nyata bahwa harmonisasi, toleransi, serta kerukunan antar-etnis dan antarumat beragama di Kota Padang terus terjaga dengan baik," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....