Pasaman Barat Manfaatkan Festival Literasi untuk Perkuat Program di Daerah
- 09 Sep 2026 00:38 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memanfaatkan Festival Literasi Daerah Sumatera Barat 2026 untuk memperluas wawasan dan mencari praktik baik dalam pengembangan literasi di daerah. Langkah tersebut sejalan dengan dorongan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi agar gerakan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi mampu melahirkan tindakan nyata bagi masyarakat.
Mahyeldi saat membuka Festival Literasi Daerah Sumbar 2026 mengatakan literasi harus mendorong masyarakat mengenali potensi daerah, memahami persoalan, hingga menghasilkan tindakan nyata. Menurutnya, literasi juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan sebagai ekosistem serta melestarikan budaya dan kearifan lokal.
“Saya juga mendorong transformasi perpustakaan menjadi infrastruktur sosial dan intelektual. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat mencari buku, tetapi juga ruang untuk memperoleh pengetahuan, mengasah keterampilan, memperkuat UMKM, dan membangun jejaring,” katanya saat membuka kegiatan, Selasa, 8 September 2026.
Menindaklanjuti semangat tersebut, Pasaman Barat menjadikan festival sebagai ruang untuk bertukar pengalaman dengan daerah lain. Pemerintah daerah juga ingin menggali berbagai inovasi yang dapat menjadi bahan pengembangan program literasi yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Muharram, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Pasaman Barat untuk mengenal berbagai praktik baik yang telah dilakukan daerah lain. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam mengembangkan gerakan literasi di Pasaman Barat.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bertukar pengalaman, mengenal praktik baik dari daerah lain, serta membangun jejaring dan kolaborasi dalam memperkuat gerakan literasi di Sumatera Barat,” ujar Muharram.
Menurut Muharram, keikutsertaan Pasaman Barat bukan sekadar bentuk dukungan terhadap Festival Literasi Daerah tingkat provinsi. Pemerintah daerah ingin membawa pulang pengetahuan dan inspirasi yang dapat diterapkan untuk memperluas kegiatan literasi di tengah masyarakat.
Ia berharap hasil dari festival tersebut dapat menjadi rujukan untuk menghadirkan program literasi yang lebih berdampak. Pengembangan program juga diarahkan agar masyarakat tidak hanya gemar membaca, tetapi mampu belajar, mengolah informasi, serta berperan dalam menjaga lingkungan dan budaya.
“Hasil dari festival ini akan kami jadikan rujukan untuk memperluas kolaborasi dan menghadirkan program literasi yang semakin berdampak nyata bagi masyarakat Pasaman Barat,” katanya.
Pasaman Barat juga berpartisipasi dengan mengisi stan literasi melalui Taman Bacaan Olala Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Kehadiran komunitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan aktivitas literasi masyarakat Pasaman Barat di tingkat provinsi.
Festival Literasi Daerah Sumatera Barat 2026 berlangsung 8 hingga 10 September di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan mengusung tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya” dan diisi berbagai agenda, mulai dari gelar wicara, bedah buku, peluncuran buku, musikalisasi puisi, mendongeng, hingga pameran naskah kuno dan kesenian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....