PLN Ingatkan Warga Waspadai Bahaya Kelistrikan

  • 09 Jul 2026 12:07 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pembangkit Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik. Pengguna PLN dingatkan agar memahami berbagai potensi bahaya listrik yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemasangan tenda pesta hingga aktivitas di sekitar jaringan listrik.

Dalam dialog bersama RRI, Asisten Manajer Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K3 KAM) PLN, Rahmat Fauzi, mengatakan, listrik telah menjadi kebutuhan utama masyarakat dan digunakan hampir di seluruh aktivitas. Namun, di balik manfaatnya, listrik juga memiliki potensi bahaya yang harus dipahami agar tidak menimbulkan kecelakaan.

"Listrik memang sangat berguna untuk kita semua. Hampir seluruh aktivitas membutuhkan listrik. Namun, banyak juga potensi bahaya yang tersembunyi dari sisi kelistrikan. Karena itu kami terus mengingatkan masyarakat agar memahami bahaya tersebut," ujar Rahmat Fauzi, Kamis 9 Juli 2026.

Di balik manfaatnya yang besar, listrik juga memiliki potensi bahaya apabila tidak digunakan dengan benar. Risiko seperti sengatan listrik, korsleting, hingga kebakaran dapat terjadi akibat kelalaian atau penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar.

Sementara itu, Asisten Manajer Lingkungan PLN, Zikri Rahmat, menegaskan listrik merupakan energi yang tidak terlihat sehingga sering kali diabaikan masyarakat. Menurutnya, melalui sosialisasi ini PLN berharap masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar instalasi maupun jaringan listrik, termasuk ketika memasang tenda pesta, baliho, antena televisi, maupun pekerjaan lainnya yang berdekatan dengan jaringan listrik.

"Listrik itu memang tidak nampak, tetapi bisa dirasakan dan sangat berbahaya bagi yang tidak mengenalnya. Melalui sosialisasi ini kami berharap masyarakat dapat memahami potensi bahaya dan menyampaikan informasi ini kepada lingkungan sekitarnya," kata Zikri.

Rahmat Fauzi menjelaskan salah satu potensi bahaya yang paling sering ditemukan adalah pembangunan tenda pesta tepat di bawah Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM). Menurutnya, jaringan tersebut memiliki tegangan sekitar 20 ribu volt atau hampir 100 kali lebih besar dibandingkan tegangan listrik rumah tangga, sehingga kontak dengan jaringan tersebut dapat menyebabkan luka berat hingga kematian.

"Jaringan SUTM itu memiliki tegangan sekitar 20 ribu volt. Bahkan petugas PLN pun tidak diperbolehkan menyentuhnya secara langsung. Jika tersentuh, risikonya bisa menyebabkan cacat permanen bahkan kematian," jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, PLN mengimbau masyarakat untuk selalu berkoordinasi dengan kantor PLN terdekat apabila akan mendirikan tenda atau melakukan aktivitas yang berpotensi mendekati jaringan listrik. Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk menyampaikan pengaduan, permohonan pemasangan baru, penambahan daya, pembayaran listrik, hingga melaporkan potensi gangguan maupun penyalahgunaan kewenangan petugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....