Unand Kenalkan Konsep Baru Infrastruktur Pelindung Pantai Lebih Efektif
- 08 Jul 2026 14:28 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) Prof. Ir. Mas Mera menawarkan paradigma baru dalam pembangunan infrastruktur pelindung pantai. Gagasan tersebut menekankan pentingnya pemilihan tipologi bangunan yang sesuai dengan karakteristik bencana hidrometeorologi agar perlindungan kawasan pesisir lebih efektif.
Menurut Prof. Mas Mera, kegagalan berbagai bangunan pelindung pantai selama ini lebih banyak dipengaruhi oleh ketidaktepatan dalam menentukan jenis bangunan dibandingkan kualitas material atau kekuatan konstruksinya. Karakteristik gelombang, arus, dan dinamika sedimen harus menjadi dasar utama dalam menentukan desain infrastruktur pelindung pantai.
"Bangunan yang kokoh belum tentu mampu melindungi wilayah pesisir jika tipologi yang digunakan tidak sesuai dengan mekanisme kerja alam. Setiap kawasan pantai memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi alam setempat," ucapnya, Senin, 6 Juli 2026.
Prof. Mas Mera menambahkan perencanaan infrastruktur pelindung pantai harus diawali dengan mengidentifikasi gaya dominan yang bekerja di kawasan pesisir. Setelah itu, jenis bangunan dipilih berdasarkan kesesuaiannya agar mampu mengurangi abrasi dan meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi secara optimal.
Ia menyampaikan penerapan konsep tersebut telah dibuktikan melalui rekayasa di Pantai Muaro Putuih, Kabupaten Agam, dengan memodifikasi groin konvensional menjadi T-Head Groin. Struktur itu tidak hanya menangkap sedimen, tetapi juga memecah gelombang sehingga terbentuk zona tenang yang mempercepat sedimentasi alami, mengembalikan stabilitas pantai, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
"Pendekatan serupa juga diterapkan di Pantai Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, melalui pembangunan rubble mound dan pembentukan muara baru di aliran Sungai Batang Ampu. Rekayasa tersebut menghasilkan proses pendangkalan alami dalam waktu sekitar empat bulan, sehingga menunjukkan bahwa infrastruktur yang dirancang selaras dengan karakteristik alam mampu memulihkan fungsi kawasan pesisir secara lebih efektif," ujarnya.
Selain berpedoman pada pengalaman di Indonesia, Prof. Mas Mera juga menyoroti praktik pembangunan pelindung pantai di Vietnam dan Thailand yang dinilai berhasil karena mengutamakan ketepatan tipologi bangunan sejak tahap perencanaan. Tiga prinsip utama, yakni identifikasi gaya dominan, kesesuaian tipologi bangunan, dan sinkronisasi kinerja struktur dengan karakteristik alam sebagai dasar pembangunan infrastruktur pesisir yang aman, berkelanjutan, dan mendukung perekonomian masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....