BNNP Sumbar Terapkan Edukasi Narkoba Berdasarkan Usia Sasaran

  • 03 Jul 2026 00:04 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat menerapkan pendekatan yang disesuaikan dengan usia sasaran, terkait alat peraga maupun gambar berbagai jenis narkoba kepada anak-anak usia dini hingga pelajar tingkat SMP. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari munculnya rasa penasaran yang justru dapat berdampak negatif.

Kepala BNNP Sumatera Barat, Toton Rasyid mengatakan setiap kegiatan penyuluhan memiliki teknik dan segmentasi tersendiri. Menurutnya, materi yang disampaikan kepada anak-anak berbeda dengan yang diberikan kepada remaja maupun orang dewasa agar pesan pencegahan dapat diterima secara tepat.

"Kami memang memiliki teknik dan segmen dalam menentukan alat peraga. Kalau semua dibuka, justru yang paling berbahaya bagi anak-anak usia TK, PAUD, SD hingga SMP. Karena mereka masih mencari jati diri dan rasa penasarannya sangat tinggi," ujar Toton Rasyid, Rabu 1 Juli 2026.

Ia menuturkan, memperlihatkan bentuk maupun gambar narkoba kepada anak-anak dikhawatirkan memicu keingintahuan yang berlebihan. Kondisi tersebut justru berpotensi membuat anak ingin mengetahui atau bahkan mencoba, sehingga tujuan edukasi berubah dari tujuan semula.

Menurut Toton, karena alasan tersebut BNNP Sumbar hanya memperkenalkan bentuk dan alat peraga narkoba secara lebih rinci kepada pelajar tingkat SMA ke atas. Pada usia tersebut, peserta didik dinilai telah memiliki kemampuan berpikir yang lebih matang sehingga dapat memahami materi sebagai bentuk pencegahan, bukan sekadar memenuhi rasa ingin tahu.

"Secara pencegahan, paparan mengenai bentuk narkoba baru kami sampaikan kepada segmen SMA ke atas. Kami tidak menyarankan alat peraga itu ditempatkan di ruang publik karena harus mempertimbangkan dampaknya terhadap anak-anak," katanya.

Meski informasi mengenai narkoba dapat dengan mudah ditemukan melalui internet, Toton menegaskan alat peraga resmi milik BNN tidak dapat dipamerkan secara bebas di tempat umum. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi perlindungan anak agar rasa penasaran tidak mengalahkan kemampuan mereka dalam menolak penyalahgunaan narkoba.

BNNP Sumatera Barat berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua hingga masyarakat, dapat mendukung pola edukasi yang sesuai dengan usia. Dengan penyampaian materi yang tepat sasaran, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda diharapkan dapat berjalan lebih efektif tanpa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....