460 Guru dan Kepala SD Koto XI Tarusan Lokakarya Tiga Hari Susun Kurikulum 2026/2027

  • 30 Jun 2026 14:36 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 460 guru dan kepala sekolah dasar se-Kecamatan Koto XI Tarusan mengikuti lokakarya penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Peserta terdiri dari 313 guru kelas, 50 guru pendidikan jasmani, 50 guru pendidikan agama, dan 47 kepala sekolah yang dibagi dalam tiga fase pembelajaran.

Lokakarya yang digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Koto XI Tarusan ini membahas analisis Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, hingga penyusunan modul ajar. Pembagian peserta ke dalam tahap A, tahap B, dan tahap C memungkinkan setiap kelompok mendalami materi sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik pada jenjang masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan Salim Muhaimin yang membuka kegiatan ini menegaskan penyusunan kurikulum satuan pendidikan harus dilakukan secara cermat, kolaboratif, dan berpihak kepada kebutuhan peserta didik. Ia mengapresiasi inisiatif KKKS Koto XI Tarusan yang berhasil menghimpun seluruh unsur pendidik dalam satu forum peningkatan kompetensi sekaligus.

“Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan harus dilakukan secara cermat, kolaboratif, dan berpihak kepada kebutuhan peserta didik. Dokumen kurikulum yang disusun diharapkan mampu menjadi pedoman pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan sekaligus menjawab tantangan di masa depan,” ujar Salim.

Ketua Pelaksana Adisman mengatakan kesamaan pemahaman antarpendidik menjadi kunci agar perangkat pembelajaran yang dihasilkan sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan sekolah. Menurutnya implementasi kurikulum yang efektif hanya dapat terwujud apabila seluruh pendidik memiliki fondasi pemahaman yang sama sejak tahap penyusunan.

“Kesamaan pemahaman antarpendidik sangat penting agar perangkat pembelajaran yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan sekolah. Dengan demikian, implementasi kurikulum dapat berlangsung lebih efektif serta berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran,” Adisman.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi kelompok, dan praktik langsung penyusunan Capaian Pembelajaran hingga modul ajar. Seluruh hasil pembahasan akan menjadi bagian penting dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan di masing-masing sekolah dasar.

Lokakarya ini menjadi bagian dari respons pendidikan Pesisir Selatan terhadap tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut setiap sekolah menyusun kurikulumnya sendiri sesuai konteks dan kebutuhan lokal. Pendekatan ini berbeda dari kurikulum seragam sebelumnya dan memerlukan kapasitas guru yang lebih tinggi dalam merancang pembelajaran yang kontekstual.

Upaya penguatan kapasitas guru di tingkat kecamatan ini sejalan dengan agenda Pemkab Pesisir Selatan memperbaiki posisi daerah yang saat ini berada di peringkat ke-18 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat dalam capaian literasi dan numerasi. Penyusunan kurikulum yang lebih sistematis dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik diharapkan menjadi salah satu langkah konkret mendongkrak kualitas pendidikan dasar Pesisir Selatan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....