Satu Abad Gempa, Perkuat Budaya Sadar Bencana di Padang Panjang

  • 29 Jun 2026 15:58 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Peringatan satu abad Gempa Padang Panjang 1926 menjadi momentum untuk memperkuat budaya sadar bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam. Upaya tersebut dinilai penting mengingat Kota Padang Panjang berada di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Seminar Internasional bertajuk Padang Panjang Kota Siaga Bencana yang dibuka Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis di Gedung DPRD Padang Panjang, Senin, 29 Juni 2026. Seminar itu diikuti berbagai pemangku kepentingan sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengurangan risiko bencana.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan, secara geologis Padang Panjang berada di kawasan rawan gempa bumi maupun bencana hidrometeorologi. Untuk itu, kesiapsiagaan harus menjadi budaya yang dibangun bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

"Padang Panjang secara geologis berada di kawasan rawan bencana, terutama gempabumi dan yang terbaru bencana galodo. Itu adalah fakta alam yang tidak bisa kita ubah. Namun, yang bisa kita ubah adalah cara kita menghadapinya," katanya.

Menurut Hendri, pengurangan risiko bencana bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Keterlibatan akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, hingga warga dinilai menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

Ia juga mengapresiasi Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Panjang bersama seluruh pihak yang telah menginisiasi seminar internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.

Sementara itu, Ketua DPRD Padang Panjang Imbral menyatakan pihaknya siap mendukung upaya mitigasi bencana melalui fungsi legislasi dan penganggaran. "Bencana memang tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan jika mitigasi sudah menjadi budaya sehari-hari. Kami di DPRD berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran yang berpihak pada keselamatan warga," ujarnya.

Ketua PJKIP Kota Padang Panjang Rifnaldi berharap seminar tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat budaya kesiapsiagaan masyarakat. "Semoga kolaborasi ini melahirkan rekomendasi taktis yang aplikatif demi mewariskan kota yang lebih aman bagi generasi mendatang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....