Padang Panjang Perkuat Ketangguhan Hadapi Bencana

  • 28 Jun 2026 07:33 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Seratus tahun setelah gempabumi dahsyat mengguncang Padang Panjang dan sekitarnya pada 28 Juni 1926, Pemerintah Kota bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar Refleksi Satu Abad Gempa 1926 di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Sabtu 27 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat budaya sadar bencana dan ketangguhan masyarakat.

Refleksi tersebut dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan penanda sejarah Gempa 1926 sebagai simbol pengingat bagi generasi mendatang akan salah satu bencana terbesar yang pernah terjadi di Sumatera Barat.

Wali Kota Hendri Arnis yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Putu Venda mengatakan, peringatan satu abad gempa tidak sekadar mengenang tragedi masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat akan semangat masyarakat Padang Panjang yang mampu bangkit dari bencana.

"Kita mengenang gempa 28 Juni 1926 sebagai pengingat bagi generasi hari ini dan generasi mendatang bahwa kota ini pernah mengalami salah satu tragedi terbesar dalam sejarahnya. Namun dari peristiwa itu pula, masyarakat Padang Panjang membuktikan mampu bangkit dan terus melangkah ke depan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang Suaidi Ahadi menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya mitigasi bencana melalui edukasi kepada masyarakat.

"Ini adalah bentuk kesiapsiagaan, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Dengan memahami sejarah kebencanaan, kita dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko apabila bencana serupa terjadi di masa mendatang," jelasnya.

Ia berharap sejarah kebencanaan tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi generasi muda serta dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi geologi yang memberi nilai tambah bagi daerah.

Kegiatan refleksi dihadiri Ketua DPRD Padang Panjang Imbral, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, kepala OPD terkait, camat dan lurah, penulis buku "Gempa Tujuh Hari", Yose Hendra, serta berbagai unsur organisasi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....