Satu Abad Gempa 1926, Padang Panjang Bangun Monumen Sejarah dan Perkuat Mitigasi

  • 28 Jun 2026 00:13 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Tepat seratus tahun gempa dahsyat mengguncang Padang Panjang pada 28 Juni 1926, pemerintah kota meletakkan batu pertama pembangunan penanda sejarah Gempa 1926 di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau, Sabtu, 27 Juni 2026. Monumen ini akan menjadi pengingat permanen bagi generasi mendatang tentang salah satu bencana terbesar dalam sejarah Sumatera Barat.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang Suaidi Ahadi menjelaskan gempa 1926 berkaitan dengan aktivitas Sesar Sianok hingga kawasan Danau Singkarak. Aktivitas sesar yang sama kembali memicu gempa besar pada 2007, menjadi peringatan bahwa wilayah Sumatera Barat masih menyimpan ancaman kebumian yang harus dipahami masyarakat.

"Ini adalah bentuk kesiapsiagaan, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Dengan memahami sejarah kebencanaan, kita dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko apabila bencana serupa terjadi di masa mendatang," ujar Suaidi.

Suaidi berharap sejarah kebencanaan tidak hanya dikenang, tetapi dikembangkan sebagai media pembelajaran bagi generasi muda sekaligus wisata edukasi geologi yang memberi nilai tambah bagi daerah. Ia menyebut pemahaman tentang dinamika kebumian Sumatera Barat menjadi bekal penting bagi masyarakat yang hidup di atas jalur sesar aktif.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Padang Panjang I Putu Venda mewakili Wali Kota mengatakan gempa 1926 meluluhlantakkan infrastruktur dan merenggut banyak korban jiwa, namun masyarakat Padang Panjang membuktikan mampu bangkit dan melangkah kembali. Nilai gotong royong, ketabahan, dan kebersamaan yang ditunjukkan saat itu terus diwariskan hingga kini sebagai kekuatan membangun daerah.

"Refleksi satu abad gempa ini harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan budaya sadar bencana, serta membangun masyarakat yang semakin tangguh menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan," kata Venda.

Gempa 1926 yang melanda Padang Panjang diperkirakan berkekuatan sekitar 7,0 skala Richter dan menjadi salah satu gempa paling merusak dalam catatan sejarah Sumatera. Peringatan satu abad bencana ini menjadi pengingat penting Sumatera Barat, khususnya kawasan Padang Panjang yang berada di jalur Sesar Sianok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....